Tokoh Dayak Turun Tangan Redam Konflik Batamad Kotim, Begini Hasilnya

Tokoh Dayak Turun Tangan Redam Konflik Batamad Kotim
DIREDAM: Sejumlah tokoh Dayak turun memantau gladi bersih pelantikan pengurus Batamad Kotim periode 2022-2027 di Gedung Dharma Wanita, Jumat (4/3). (RADO/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Konflik internal Barisan Pertahanan Adat (Batamad) Kotim dinilai hanya karena kurangnya koordinasi dan komunikasi. Sejumlah tokoh adat Dayak langsung turun tangan menengahi agar situasi tak memanas. Semua pihak diminta kembali bersatu untuk memperkuat organisasi itu.

Hal tersebut ditegaskan sejumlah tokoh saat turun ke lokasi pelantikan pengurus Batamad periode 2022-2027 untuk memantau jalannya gladi bersih di Gedung Dharma Wanita Sampit, Jumat (4/3). Para tokoh itu sekaligus meredam kedua belah pihak yang tengah berkonflik, yakni pengurus lama dengan pengurus baru yang terbentuk.

Bacaan Lainnya

Para tokoh yang hadir, di antaranya, Ansen Tue, Jhon Krisli, dan Wim RK Benung. Ansen menegaskan, sebagai putra daerah, dia tak ingin terjadi gesekan sesama orang Dayak. Apalagi hanya karena kurangnya komunikasi dalam organisasi.

”Makanya saya hadir mendudukkan bersama semua pihak. Tak enak didengar sesama kita saling bergesekan. Kita harus bersatu,” ujarnya.

Baca Juga :  Batamad Kotim: ”Kami Sudah Lama Memantau dan Masih Bersabar”

Mantan Ketua DPRD Kotim Jhon Krisli juga ikut meredam konflik tersebut dengan mengomunikasikan beberapa pihak yang berkonflik. Hasilnya tak sia-sia, tensi yang awalnya panas, berhasil diredam.

”Tak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, jika persoalannya didudukkan bersama,” ujar Jhon.

Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Pengurus Batamad Kotim periode 2022-2027 Rimbun memastikan acara yang akan dilaksanakan hari ini tersebut akan berjalan lancar. Gladi bersih berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

”Yakin dan percaya semuanya akan berjalan sesuai rencana. Gladi bersih dilaksanakan tidak ada masalah. Pengurus yang akan dilantik hadir dan langsung disaksikan Panglima Batamad Kalteng yang sekaligus memimpin,” ujar Rimbun.

Rimbun menuturkan, riak dan dinamika dalam organisasi merupakan kewajaran. Apalagi pengurus Batamad Kotim yang dilantik semangatnya untuk mempersatukan, memperjuangkan, dan melindungi kepentingan masyarakat adat Dayak.

”Semuanya dilakukan untuk utus Dayak, bukan untuk pribadi atau golongan tertentu,” ujar Rimbun.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Batamad Kotim Fitriansyah Ajung menolak rencana pelantikan pengurus Batamad periode 2022-2027. Dia mengancam akan menghentikan paksa kegiatan pelantikan.

Pos terkait