Beragam upaya dilakukan untuk menarik perhatian warga supaya menyempatkan waktunya menyalurkan hak suara. Usaha itu patut diapresiasi, karena mereka berupaya menjaga agar suara warga tak hilang sia-sia.
HENY-SLAMET HARMOKO, Sampit-Pangkalan Banteng | radarsampit.com
Cuaca cerah di Kota Sampit mendukung kelancaran warga menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS). Pesta demokrasi yang diadakan setiap lima tahun sekali itu disambut warga dengan semangat.
Pemerintah telah menetapkan 14 Februari 2024 menjadi hari libur nasional. Tak heran sejumlah pertokoan dan perkantoran tutup. Jalanan ramai, namun tak sepadat hari biasanya.
Setiap jarak 100-200 meter, Radar Sampit menjumpai sekelompok warga berkumpul di TPS. Dari 1.169 TPS yang tersebar di Kotim, ada dua TPS yang menarik perhatian.
Letaknya di TPS 31 Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang RT 24 RW 2 Jalan Cristopel Mihing.
Dari luar sudah terlihat hampir semua dekorasi bertemakan warna merah muda alias pink. Tujuh kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang bertugas sampai memesan pakaian agar kompak mengenakan warna serba pink.
Ketua KPPS TPS 31 Kelurahan Baamang Hulu Fitri Surya Ningsih mengaku mempersiapkan dekorasi TPS serba pink selama sepekan.
”Persiapannya seminggu, tetapi karena KPPS kami ini rata-rata pekerja, jadi dua hari sebelum hari pemungutan suara baru benar-benar serius menata TPS,” ujar Fitri.
Fitri mengatakan, pemilihan warna pink bukan hanya melambangkan sisi feminim, tetapi karena ingin minat warga datang ke TPS melakukan pencoblosan. Di TPS 31 ada 187 warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT).
”Kenapa pilih serba pink? Karena Pemilu 2024 ini juga bertepatan dengan hari valentine atau hari kasih sayang yang umumnya warna yang digunakan berwarna pink. Jadi, kami memesan pakaian. Dua anggota KPPS laki-lakinya juga pakai kemeja pink. Tirainya juga kami dekor pink, perona pipi dan bibir juga berwarna pink, alas meja juga warna pink. Semuanya serba pink,” kata Fitri.
Tim KPPS TPS 31 mendekorasi TPS dengan hiasan balon dan bunga serta foto booth dan sejumlah kursi plastik untuk pemilih yang ingin menunggu giliran. Bahkan, KPPS masih sempat mencetak foto anggota KPPS lengkap yang dipajang di dinding TPS.
”Ruko ini kami juga sewa, karena kami pikir kalau lokasi TPS di halaman rumah warga atau rumah ketua RT juga sewa tenda, lebih baik sewa ruko saja sehari untuk TPS. Kami juga siapkan titik foto. Setelah pemilih mencoblos, bisa berfoto sambil menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah tercelup tinta sebagai bukti sudah mencoblos,” ujarnya.
Konsep berbeda juga terlihat di TPS 28 Kelurahan Baamang Hulu RT 20 RW 2 Jalan Baamang I. KPPS di TPS 28 ini mempersiapkan tenda dekorasi ala pernikahan. Dari tampak depan, warga disambut ucapan selamat datang di TPS 28 dengan memberikan warna kuning menyala yang berbeda bertuliskan, ”Ayo sukseskan Pemilu 2024”.
Tirai jalur masuk berwarna merah maroon yang dihias kembang sintetik semakin membuat suasana layaknya warga menghadiri kondangan untuk mencoblos.
Di luar tenda, dua perempuan mengenakan baju berwarna biru muda nampak menunggu panggilan dari KPPS melalui pengeras suara. Kostum yang dikenakannya seolah memberikan kode ke mana hati akan berlabuh menentukan sosok pemimpin Indonesia selanjutnya.
Dari balik tenda, suara Ketua KPPS Hendra Setiawan semakin jelas terdengar. Meskipun terlihat sibuk memanggil warga, pria berkemeja biru dongker motif batik itu tetap menyambut baik kedatangan Radar Sampit. Bahkan, sesekali ia melemparkan candaan kepada pemilih pemula yang kebingungan mencoblos di mana.








