Seperti Ini Serba-serbi Pemilihan Umum di Kalteng

Di Palangka Raya ODGJ Memilih, di Kotim Golput Tak Dapat Serangan Fajar

pemilu
PERHITUNGAN : Anggota KPPS di TPS 02 saat melakukan perhitungan suara pemilihan presiden dan wakil presiden

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Aparat keamanan memastikan pelaksanaan pemungutan suara di Kalimantan Tengah berjalan aman. Tidak ada gangguan berarti, sehingga warga bisa menyalurkan hak pilihnya dengan nyaman.

”Semua aman dan kondusif. Tidak ada gangguan kamtibmas dan tidak ada hal-hal mencolok,” kata Kapolda Kalteng Irjen Pol Djoko Poerwanto usai bersama pejabat lainnya memantau sejumlah TPS di Kota Palangka Raya, Rabu (14/2/2024).

Bacaan Lainnya

Djoko menuturkan, personel keamanan selalu diingatkan menjaga stamina dan kesehatan, bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, serta tetap menjalin kerja sama dengan forkopimda kabupaten/kota, penyelenggara pemilu, maupun masyarakat.

Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Iwan Rosandriyanto mengatakan, aparat TNI dan Polri bekerja sama melaksanakan patroli untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman.

”Masyarakat merasa aman untuk datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya, sehingga semua TPS yang sudah ditinjau ramai dengan kehadiran pemilih,” ujarnya.

Baca Juga :  Begini Ceritanya Rekaman Pelajar SMA Adu Jotos di Desa Terantang Bisa Viral

ODGJ di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei Ikut Memilih

odgj ikut mencoblos
Dua pasien di RSJ Kalawa Atei usai mencoblos di TPS khusus.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah memfasilitasi dua pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Keduanya tetap menyalurkan hak suara di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei, tempat pasien dirawat.

”Kami fasilitasi dan sesuai ketentuan. Kami bisa memfasilitasi yang dirawat, termasuk yang berada di rumah sakit jiwa kalau mereka terdaftar atau mendaftar H-7 pemungutan suara,” kata Komisioner KPU Provinsi Kalteng Wawan Wiraatmaja.

Sesuai aturan, lanjutnya, ODGJ tetap dapat menggunakan hak pilihnya jika telah mendapat surat rekomendasi dari dokter ahli jiwa atau psikiater.

Direktur RSJ Kalawa Atei Seniriaty mengatakan, dua ODGJ tersebut dalam kategori atau kondisi gangguan jiwa ringan dan tengah dirawat inap.

”Sudah mendapat rehabilitasi psikososial dan tinggal menunggu waktu pulang untuk kembali ke keluarga dan masyarakat. Jadi, ini pertama kali pasien di RSJ Kalawa Atei menggunakan hak pilih,” katanya.



Pos terkait