Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur berkomitmen membina, memotivasi, dan mendukung upaya sekolah melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Itu dilakukan dengan memperkuat kelembagaan sekolah adiwiyata Kotim.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Upaya yang dilakukan sekolah diharapkan mampu menjadi tempat ditanamkannya pendidikan karakter peduli lingkungan dan menjadi contoh penerapan perilaku ramah lingkungan hidup.
Perilaku tersebut, seperti menjaga kebersihan, sanitasi, dan drainase, memilah dan membuang sampah pada tempatnya, mengelola sampah dengan 3R (reuse, reduce, recycle), menanam dan memelihara pohon/tanaman, menghemat air dan energi, serta berinovasi dengan kearifan lokal di sekitar kepada warga sekolah.
”Kotim saat ini sedang berada pada tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Kurangnya infrastruktur persampahan yang memadai, diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat serta budaya membuang sampah sembarangan membuat sampah menumpuk dan tak terkelola dengan baik,” kata Rihel, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kotim, Selasa (11/2).
Melalui sekolah adiwiyata, sekolah dapat melakukan pembelajaran dan praktik baik pada mata pelajaran, ekstrakurikuler, dan pembiasaan diri. Mengajarkan contoh atau bahkan telah mengenal teknologi penanganan sampah yang baik dan bermanfaat, diharapkan mampu mengelola sampah dari sumbernya.
”Mari kita semua bekerja sama saling bersinergi, berkontribusi dengan apa yang mampu kita lakukan untuk mencapai visi Kotim yang unggul yang sejahtera, bermartabat, maju, dan berkelanjutan melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup, dari sekolah, dari rumah kita, dan dimulai dari diri kita sendiri,” kata Rihel.
Pemkab Kotim juga mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada sekolah yang telah menerima penghargaan adiwiyata atas upaya warga sekolahnya yang telah melakukan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.
”Jangan berhenti di tahap ini dan terus semangat untuk lebih baik lagi. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan motivasi. Ke depannya lebih banyak sekolah yang terpacu untuk mengikuti jejak yang sama yaitu melakukan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah, menjadikan sekolah sebagai pusat pendidikan yang menginspirasi yang tidak hanya membangun kecerdasan intelektual tetapi juga mengajarkan cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tegas Rihel.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kotim Marjuki megatakan, pihaknya melaksanakan pembinaan penguatan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah dan kelembagaan sekolah adiwiyata. Kegiatan itu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dan kali ini digelar selama tiga hari, mulai 11-13 Februari 2025 di Aula kantor DLH Kotim.
”Pembinaan ini dilakukan untuk menguatkan kembali sekolah sebagai tempat mendidik generasi peduli lingkungan yang mampu menanamkan kepada warga sekolahnya untuk memiliki karakter peduli lingkungan dan melakukan perilaku ramah lingkungan hidup yang berdampak positif terhadap masyarakat,” kata Marjuki.
Dengan demikian, persoalan menjaga kebersihan terutama dalam hal pengelolaan sampah bukan lagi menjadi tanggung jawab DLH Kotim, tetapi semua pihak termasuk masyarakat.
”Mari kita saling bersinergi bekerja sama meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dimulai dari lingkungan sekolah, rumah, dan diri kita sendiri. Saya yakin ke depannya, Sampit bukan hanya bersih, tetapi juga sehat, berbudaya, dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.








