WOW!!! Pemkab Kotim Gelontorkan Rp2,8 Miliar untuk BLT BBM

Bupati Kotim Perintahkan Perketat Pengawasan

blt bbm
BANTUAN: Penyaluran program bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BLT BBM) untuk warga Kotim yang bersumber dari APBD Kotim. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Sosial menggelontorkan anggaran sebesar Rp2.885.400.000 untuk program bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BLT BBM) pada 3.206 keluarga penerima manfaat (KPM). Bupati Kotim Halikinnor memerintahkan agar pengawasan bantuan tersebut diawasi ketat.

”Bantuan yang dibagikan terhitung mulai periode Oktober, November, dan Desember 2022 sebesar Rp300.000 per bulan yang dirapel langsung, sehingga setiap KPM menerima Rp900.000,” kata Fajrurrahman, Sekretaris Daerah Kotim saat membacakan sambutan Bupati Kotim Halikinnor, Jumat (16/12).

Bacaan Lainnya

Fajrurrahman meminta seluruh kecamatan selalu mengawasi proses penyaluran BLT BBM di tingkat kelurahan dan desa. Hal itu penting agar pendistribusian bantuan tersebut berjalan lancar.

”Kepada camat, lurah, dan kades, saya instruksikan sesuai pesan Bupati Kotim untuk selalu mengawasi proses penyaluran BLT BBM. Saya berharap BLT BBM ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dan bantuannya dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.

Baca Juga :  KEJAMNYA!!! Korban Sudah Berdarah-darah, Ditikam Lagi sampai Mati

Kepala Dinsos Kotim Wiyono mengatakan, BLT BBM diberikan untuk KPM di 17 kecamatan dengan prioritas yang belum mendapatkan bantuan dari program manapun, baik program dari Kemensos, PKH, BPNT, atau BLT DD.

”Keluarga penerima bantuan yang menerima BLT BBM dari APBD Kotim diprioritaskan untuk warga yang belum pernah menerima bantuan dari program manapun, sehingga warga yang belum pernah menerima bantuan diharapkan terkaver,” kata Wiyono.

Wiyono menambahkan, Pemkab Kotim diminta menyiapkan dua persen dari dana alokasi umum nasional untuk memberikan bantuan sosial sebagai bentuk penanggulangan akibat dampak kenaikan BBM.

Pos terkait