60 Persen Pemudik Jalur Sampit Belum Terangkut

mudik
MENINGKAT: Suasana arus mudik di Pelabuhan Sampit, Rabu (3/4/2024). Penumpang menaiki kapal yang akan mengangkut mereka ke Jawa. (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.com – Angkutan penumpang kapal pada arus mudik Lebaran 1445 Hijriah di Pelabuhan Sampit terus meningkat. Hingga H-7 jelang Lebaran, sudah 4.110 penumpang yang mudik ke Pulau Jawa menggunakan kapal laut.

Kepala KSOP Kelas III Sampit Mohammad Hermawan melalui Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis mengatakan, kemarin ada dua kapal yang melayani keberangkatan menuju Pulau Jawa.

Bacaan Lainnya

Kapal tersebut, yakni Kapal Motor (KM) Kirana III milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan KM Leuser milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tujuan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

”KM Kirana III jumlah penumpang yang turun sebanyak 181 orang dan yang berangkat 768 orang. Untuk KM Leuser, jumlah penumpang turun sebanyak 168 orang dan yang berangkat 1.209 orang,” kata Gusti Muchlis yang juga Ketua Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran 1445 Hijriah, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga :  Pemkab Gunung Mas Gelontorkan Rp 2,7 Miliar untuk Kendaraan Dinas Kades

Terhitung H-15 hingga H-7 arus mudik Lebaran, tercatat ada sebanyak 968 penumpang kapal yang turun dan 4.110 penumpang yang berangkat menggunakan kapal laut.

”Masih ada 3 call keberangkatan lagi dari PT DLU yang dilaporkan ke kami. Tiket sudah terjual habis sesuai kapasitas muatan kapal dan dua call lagi dari PT Pelni yang akan dijadwalkan berangkat pada arus mudik ini. Untuk tiket kapal dari PT Pelni dikabarkan masih tersedia, karena kapasitas muatan lebih banyak dan juga mendapatkan dispensasi tambahan penumpang,” ujarnya.

Muchlis mengatakan, pada arus mudik Lebaran 1445 Hijriah tahun ini, KSOP Kelas III Sampit memprediksi terjadi peningkatan hingga 20 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

”Target penumpang pada arus mudik Lebaran tahun ini diperkiraan 12.000 orang. Yang sudah terangkut sekitar 40 persen, masih 60 persen lagi penumpang yang belum terangkut atau belum berangkat mudik. Puncak arus mudik kami perkirakan terjadi pada 7 April, keberangkatan menggunakan KM Kirana III dan 8 April menggunakan KM Lawit,” katanya. (hgn/ign)



Pos terkait