Buntut Lolosnya Penumpang Positif Covid-19
PANGKALAN BUN – Puluhan penumpang pesawat Citilink diminta menjalani isolasi mandiri. Hal itu terjadi setelah lolosnya satu penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam penerbangan Semarang-Pangkalan Bun, Rabu (5/5).
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun Zuber mengatakan, sekitar 22 penumpang yang diketahui satu pesawat dengan MYA (21) diminta menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan.
Ia juga menyebut bahwa lolosnya penumpang ini membuat kaget petugas yang ada di Bandara Iskandar. Dimana terdapat dua kali pemeriksaan yakni pemeriksaan E-HAC dan pemeriksaan dokumen kesehatan.
“Saat dilakukan pemeriksaan dokumen PCR terdapat satu penumpang positif Covid-19. Tentu ini langsung ditangani sesuai SOP pelayanan di Bandara,” kata Zuber.
Setelah itu yang bersangkutan dibawa ke ruang isolasi bandara dan dimintai keterangan. Selanjutnya yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk menjalani RT PCR lanjutan. Kemudian yang bersangkutan juga diminta untuk isolasi mandiri.
Zuber mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kantor pelayanan Citilink Pangkalan Bun terkait diloloskannya satu penumpang yang secara jelas tertulis positif dalam surat PCRnya positif Covid-19. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan rapat di internal Citilink termasuk di bandara keberangkatan.
“Citilink juga sedang menyelidiki kasus tersebut. Jadi kami tidak bisa berbuat banyak. Karena kesalahan ini berada di Bandara keberangkatan,” jelasnya.
Selain itu Bandara Iskandar juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kobar, setelah hasil pemeriksaan RT PCR di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun tetap positif, maka bakal memberikan informasi terhadap 22 penumpang yang satu pesawat dengan MYA dari Semarang ke Pangkalan Bun.
“Dinkes meminta 22 penumpang Citilink Senarang Pangkalan Bun tanggal 5 Mei agar isolasi mandiri selama 14 hari ke depan,” bebernya.
PROSEDUR YANG KURANG KETAT
Sementara itu Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang bertindak cepat terkait lolosnya penumpang positif Covid-19 yang berhasil mendarat di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun. Salah satunya dengan melakukan eveluasi besar-besaran terkait sistem prosedur pemeriksaan penumpang.
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto menjelaskan, setelah evaluasi dilakukan dengan stake holder terkait, diketahui jika lolosnya penumpang positif Covid-19 ini murni akibat prosedur yang kurang ketat.
“Setelah dilakukan evaluasi, kami pastikan tidak ada unsur kesengajaan petugas bandara ataupun stake holder lainnya. Kejadian ini murni kelalaian akibat prosedur yang kurang ketat. Oleh karena itu kami melakukan pengetatan prosedur pemeriksaan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,”katanya usai melakukan evaluasi, Kamis (6/5).
Berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi dengan stakeholder bandara lainnya, seperti Kepolisian Sektor Semarang Barat, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Semarang, maskapai, dan ground handling, disepakati bersama mengenai langkah-langkah antisipasi jika teridentifikasi calon penumpang yang memiliki hasil tes Covid-19 positif.
“Langkagnya adalah pemberian stempel tambahan oleh petugas KKP sebagai tanda hasil tes positif untuk memudahkan identifikasi oleh petugas check in dan pasasi pada saat boarding,”: jelasnya.
Hardi menjelaskan, KPP juga akan menahan calon penumpang yang memiliki hasil tes positif untuk selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak pengelola bandara dan maskapai untuk melakukan pemblokiran data calon penumpang pada sistem sehingga calon penumpang tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan.








