Air Pasang, Keberangkatan Kapal Pemudik di Pelabuhan Sampit Tertunda Sepuluh Jam

pengecekan kapal ksop sampit
PENGECEKAN: Kepala KSOP Kelas III Sampit Miftakhul Hadi bersama sejumlah pihak terkait mengecek kapal yang akan mengangkut pemudik, Kamis (6/4). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Situasi pasang surut air laut memengaruhi keberangkatan kapal yang mengangkut pemudik. Kapal Motor Kirana I yang dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, terpaksa harus ditunda berlayar selama sepuluh jam, dari pukul 14.00 menjadi 24.00 WIB.

”Jadwal ada mengalami perubahan selama sepuluh jam, karena terkendala pasang surut, tetapi kami tidak membatalkan jadwal berikutnya. Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, kami sudah memberikan notifikasi pemberitahuan kepada penumpang melalui pesan kepada calon penumpang terkait delay keberangkatan kapal,” kata Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Hendrik Sugiharto, Kamis (6/4).

Bacaan Lainnya

Hendrik melanjutkan, setelah tiba di Semarang, masih ada waktu stay sekitar enam jam, sehingga kapal tersebut akan menyesuaikan keberangkatan berikutnya yang dijadwalkan pada 11 April.

Jumlah penumpang pada keberangkatan H-16 ini, kata Hendrik, belum membuat kapal terisi full. Penumpang yang membeli tiket dan akan berangkat sekitar 300 orang, belum memenuhi kuota KM Kirana I yang berkapasitas 560 orang. Kapal itu juga mengangkut sepeda motor enam unit, dua mobil, dan sembilan angkutan logisti.

Baca Juga :  Rp 5 Miliar untuk Atasi Bencana di Kotim

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Miftakhul Hadi meminta penyedia jasa transportasi laut agar memperhatikan alat keselamatan dan kenyamanan penumpang. Hal itu ditegaskannya saat mengecek KM Kirana I Sampit yang sandar di Pelabuhan Sampit.

”Kami melihat fasilitas penumpang kelas III. Kelas ekonomi sudah sangat nyaman bagi penumpang. Musala dan ruang bermain anak juga disediakan, sehingga ini bisa memberikan rasa nyaman bagi penumpang,” kata Miftakhul Hadi.

Miftakhul juga mengecek ruang komando kapal yang dilengkapi peralatan navigasi untuk menentukan posisi keberadaan kapal, radio, roda kemudi kapan dan kamar nakhoda.

”Kami melihat dan sekaligus mengecek kesiapan kapal dan ternyata sudah laik laut. Saya meminta operator kapal, PT DLU dan PT Pelni, untuk lebih memperhatikan alat keselamatan berlayar dan memberikan kenyamanan bagi penumpang. Hal itu kami lihat sudah dilakukan,” ujarnya.



Pos terkait