AKHIRNYA!!! Penyebaran Covid-19 di Kotim Mulai Terkendali

Melihat penyebaran kasus Covid-19 yang terjadi begitu cepat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belakangan ini
Ilustrasi pasien Covid-19. (Chis/Jawa Pos)

SAMPIT – Melihat penyebaran kasus Covid-19 yang terjadi begitu cepat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belakangan ini, diduga disebabkan varian baru dari Covid-19 jenis Omicron. Virus Covid-19 varian baru ini diprediksi merupakan varian terakhir dari virus korona.

”Informasi yang kami dapatkan dari Kemenkes, Omicron kemungkinan adalah varian yang terakhir,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi, Selasa (8/3).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kasus Omicron sudah lemah walaupun penyebarannya cukup tinggi. Namun, lama orang yang sakit cukup singkat, yakni antara 5-6 hari sudah sembuh.

”Bahkan, kami mencoba ada satu orang yang terpapar Covid-19 kami tes PCR hari pertama positif, pada hari ke-4 kami tes kembali sudah negatif,” ujarnya.

Mengacu data tersebut, pihaknya menilai tingkat kasus dari varian Omicron lebih ringan, tetapi berbahaya bagi orang yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta hingga kelompok usia rentan, seperti lanjut usia.

Baca Juga :  Begini Solusi dari Wabup Kotim agar Rumah Sakit Tak Overload

”Akan cukup dampak terhadap pasien yang memiliki komorbid atau lanjut usia, sedangkan jika yang terpapar masih muda, gejalanya cukup ringan karena daya tahan tubuhnya masih bagus,” katanya.

DIa menambahkan, akhir-akhir ini, baik secara nasional, Kalimantan Tengah (Kalteng) maupun di Kotim, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mulai mengalami penurunan setiap hari.

”Alhamdulillah kasusnya mulai menurun. Data yang kita perbaharui setiap hari juga melandai,” ujarnya.

Pihaknya memprediksi kemungkinan dalam 2 – 3 minggu ke depan kasus Covid-19 di Kotim sudah mulai landai. Mulai menurunnya tren kasus Covid-19 belakangan ini diduga karena semakin banyak warga yang melakukan vaksinasi. Di samping itu, karena warga yang kembali menerapkan dispilin protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

”Turun kasus Covid-19 ini di satu sisi karena gencarnya vaksinasi, saat ini untuk dosis pertama sudah mencapai 85 persen dan dosis kedua sudah 60 persen,” tandasnya. (yn/ign)

Pos terkait