Antisipasi Puncak Pasang Laut, Pemkab Kobar Siapkan Pengungsian

TANGGAP BENCANA: Bupati Kotawaringin Barat saat berbincang dengan masyarakat desa Keraya yang terdampak banjir rob Siklus Tropis Nyatoh, Rabu (8/12) (SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar telah mempersiapkan beberapa titik tempat pengungsian guna mengantisipasi puncak pasang laut siklon tropis Nyatoh yang diprediksi akan terjadi beberapa hari ke depan.

Tempat pengungsian yang disiapkan di beberapa titik tersebut memanfaatkan fasilitas publik seperti sekolah dan balai pertemuan di masing-masing desa, beserta dengan dapur umum yang disiagakan oleh Tagana.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiagakan posko dan puluhan personel baik dari BPBD, Tagana, MPA, TNI dan Polri di Desa Keraya, Kecamatan Kumai.

Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah yang didampingi oleh Sekretaris Daerah, Suyanto, Asisten 1 Tengku Alisyahbana, Kepala BPBD serta Kadis PUPR langsung meninjau beberapa desa yang terdampak paling parah badai siklon tropis Nyatoh yaitu di Desa Keraya, dan Desa Sebuai Barat.

“Dari ibukota Kecamatan Kumai sampai desa di pesisir Kumai terjadi fenomena alam yang tidak biasanya, dan saat ini kita sedang menunggu informasi bagaimana kondisiĀ  Desa Sungai Cabang,” kata Nurhidayah di Desa Keraya, Rabu (8/12).

Ia mengungkapkan bahwa banjir rob yang terjadi adalah yang pertama sejak 70 tahun terakhir. Kejadian tersebut menyentak semua pihak akan pentingnya arti menjaga lingkungan, terutama penanaman mangrove (bakau) di sepanjang pantai dari Kubu hingga Sebuai.

Tentunya dengan kejadian tersebut, pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah strategis, baik antisipasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Pos terkait