Api Kebakaran Jalan Berunai Diduga Muncul Dari Barakan

kebakaran pangkalan bun 1
TINGGAL PUING: Warga saat melihat kondisi tempat tinggalnya rata dengan tanah setelah kebakaran yang terjadi pada Minggu (14/8) malam. (SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Kebakaran di Jalan Berunai, RT 07, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diduga muncul dari salah satu kamar barakan yang berada di bagian belakang permukiman penduduk.

Hal itu terungkap dari kesaksian para korban kebakaran dan informasi yang dihimpun tim Inafis Polres Kobar yang telah melakukan olah TKP.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, dalam kebakaran tersebut sebanyak 11 rumah dan tiga barakan yang dihuni sebanyak 18 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 59 jiwa terbakar dan menyisakan puing.

Kasatpol PP dan Damkar Kobar, Majerum Purni mengatakan dalam peristiwa tersebut saat melakukan penanganan kebakaran ada sebanyak 3 personel Damkar yang tumbang dan harus dilarikan ke rumah sakit.

“Kebakaran ini cukup besar dan ada tiga personel Damkar yang tumbang saat penandatanganan kebakaran, dan selain mendapatkan perawatan di TKP oleh PMI juga ada yang dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Dijelaskannya tiga personel tersebut yaitu 1 orang dari Balakar Manggala Yudha Kumpai Batu Bawah dan 2 personel Damkar Kobar, mereka terhirup asap saat penanganan dan ada yang tertimpa bangunan yang ambruk. Dan satu yang dirumah sakit sedang dalam masa pemulihan.

Baca Juga :  Pangkalan Tidak Jelas, Warga Kobar Kesulitan Gas

Dijelaskannya, satu personel Damkar yang tertimpa bangunan tidak mengalami cidera yang berarti, hanya asap yang terhirup cukup banyak, beruntung saat bangunan ambruk ia mengenakan helm pengaman dan hanya bagian kaca depan yang rusak.

Camat Arut Selatan, M Ramlan mengatakan bahwa musibah kebakaran kali ini merupakan peristiwa yang cukup besar, ia berharap seluruh korban kebakaran akan tertangani semua dengan  bantuan sembako, pakaian, dan bantuan untuk pembangunan tempat tinggal.

Menurutnya, seperti peristiwa sebelumnya bantuan yang diberikan diklasifikasikan yakni rumah rusak ringan, rusak berat, dan rata dengan tanah, dengan bantuan bervariasi dari yang ringan Rp5 juta sampai yang rata dengan tanah sebesar Rp15 juta.

“Kepada para korban juga akan kita usulkan untuk mendapatkan bantuan untuk pembangunan rumah mereka kembali, selain bantuan yang lain yang saat ini sedang kita upayakan baik ke Dinsos maupun ke BPBD,” terangnya. (tyo/sla)

Pos terkait