Aroma dan Tumpukan Sampah Membuat Malu

Aparat Pemkab Kotim Punguti Sampah di Ujung Pandaran

Wakil Bupati Kotim
Wakil Bupati Kotim bersama sejumlah perwakilan SOPD di Pemkab Kotim gotong royong membersihkan sampah yang berserakan disepanjang tepian Pantai Ujung Pandaran, Sabtu (7/5).(heny/radarsampit)

SAMPIT – Tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang tepian Pantai Ujung Pandaran, usai masyarakat memenuhinya ketika libur lebaran,  menuai perhatian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Pantauan Radar Sampit kemarin, sampah begitu banyak berserakan di sepanjang tepian Pantai Ujung Pandaran tepatnya di area penginapan Camp Kobes yang dikelola pihak swasta.

Kedatangan pengunjung sudah ramai terjadi sejak H+1 Lebaran 1443 Hijriah, tepatnya Selasa (3/5) lalu. Diperkirakan ada ribuan wisatawan dari berbagai daerah tidak hanya warga Kotim, tetapi juga ada yang datang dari Palangka Raya, Katingan, Seruyan, hingga Provinsi Kalimantan Barat yang memilih berlibur ke Pantai Ujung Pandaran.

Bahkan, hingga Sabtu (7/5) kemarin, ratusan pengunjung masih ramai berlibur membawa keluarga ke Pantai Ujung Pandaran.

Keramaian pengunjung juga turut menyumbang sampah yang sebagian besar merupakan sampah bekas bungkus makanan ringan. Tidak hanya ditepian Pantai Ujung Pandaran, kolong pondok rumah panggung yang disewakan pihak pengelola mulai dari harga Rp 150 ribu-1,5 juta per malam juga dipenuhi sampah.

Baca Juga :  Polres Kobar Periksa Satu Oknum Anggotanya

Ironisnya, para pengunjung seakan biasa saja berlibur duduk berdampingan dengan tumpukan sampah yang berserakan dimana-mana.

Alih-alih menikmati pemandangan suasana pantai saat matahari terbit dan tenggelam. Justru yang terlihat sampah berserakan merusak pemandangan.

Menyikapi hal itu, Wakil Bupati Kotim Irawati bersama perwakilan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) di lingkungan Pemkab Kotim mengajak bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang bertebaran di tepian Pantai Ujung Pandaran.

Begitu banyaknya sampah yang menumpuk membuat tong sampah yang terbuat dari drum berwarna biru berbahan plastik tidak cukup untuk menampung sampah. Sehingga, sampah dipungut sementara dimasukan kedalam keresek berwarna ungu, lalu disatukan kesatu titik.

Pos terkait