Awet Belasan Tahun, Pejabat Kotim Ini Akhirnya Mutasi di Era Harati

PELANTIKAN: Bupati Kotim Halikinnor melantik massal 314 pejabat Kotim di Gedung Serbaguna Sampit, Kamis (16/9).

SAMPIT – Kejutan yang dijanjikan Bupati Kotim Halikinnor pada pelantikan pejabat di lingkup Pemkab Kotim benar-benar diwujudkan. Dia memutasi Johny Tangkere dari Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ke Dinas Perhubungan, Kamis (16/9).

Jabatan sebagai kepala urusan perizinan itu sebelumnya telah dipegang Johny selama 15 tahun. Dia dipercaya memimpin instansi itu selama tiga periode kepala daerah, yakni Wahyudi K Anwar-Amrullah Hadi (2005-2010) dan Supian Hadi- Taufiq Mukri (2010-2015 dan 2015-2020). Posisinya di DPMPTSP digantikan Imam Subekti.

Bacaan Lainnya

”Saya hampir 15 tahun sudah bertugas di kantor ini. Cuma yang kalau kepala dinas masih empat tahun, karena sebelumnya bukan dinas,” kata Johny kepada Radar Sampit usai pelantikan.

Johny merupakan perintis pertama kantor tersebut. Belasan tahun silam hanya sebatas unit pelayanan teknis (UPT) di bawah sekretariat daerah. Kantor perizinan terus dibenahi hingga meningkat menjadi Kantor Pelayanan.

Status instansi itu ditingkatkan lagi menjadi Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal (KP3M). Namun, empat tahun terakhir dinaikan statusnya menjadi Dinas, yakni Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu.

Johny menuturkan, perjuangan dirinya bersama pegawai di kantor itu tidak sia-sia. Hampir setiap tahun mereka menyabet predikat terbaik dari pemerintah pusat. Mereka pernah mendapatkan penghargaan berupa Piala Citra dari Presiden RI. Dalam  empat tahun terakhir, instansi itu masuk nominasi DPMPTSP terbaik se-Indonesia.

”Pencapaian yang luar biasa itu merupakan hasil kerja keras semua tim di DPMPTSP, karena saat saya memimpin prinsipnya memberikan pelayanan yang sederhana dan semudah mungkin. Kalau bisa lebih mudah, kenapa harus dipersulit,” kata Johny.

Johny awalnya sempat mengira dirinya akan dirotasi tidak  jauh dari urusan perekonomian sesuai latar belakang pendidikan dan kemampuannya selama ini. Namun, tidak disangka kepercayaan lebih diberikan untuk memimpin Dinas Perhubungan. Baginya, jabatan merupakan tantangan yang harus dijalani.

”Pak Bupati mengatakan, di Dishub banyak hal-hal yang berkaitan dengan visi dan misi kepala daerah yang strategis. Pak Bupati memerintahkan saya ke situ dan saya tidak meminta jabatan. Sebagai ASN, saya tunduk dan patuh kepada perintah pimpinan,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *