Laporan Gunawan dan Edy Ruswandi
Mantan Camat Katingan Tengah Hernadie, menyambut hangat kunjungan Bupati Katingan Sakariyas ke rumah jabatannya di Tumbang Sanamang, Kecamatan Katingan Hulu, pertengahan Oktober 2019 silam. Dalam pertemuan itu, Sakariyas secara lisan meminta Hernadie agar menyampaikan kepada kepala desa di sepanjang aliran Sungai Sanamang untuk menganggarkan dana membangun jalan.
Permintaan itu disampaikan Sakariyas untuk membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan membangun infrastruktur, terutama jalan di wilayah pedalaman. Musababnya, APBD Katingan belum mampu mengakomodir semua pembangunan secara merata untuk wilayah Katingan yang memiliki luas wilayah 17.500 km persegi.
”Ketimbang dana desa digunakan tak keruan,” kata Hernadie, mengutip perkataan Sakariyas padanya.
Keterangan tersebut disampaikan Hernadie kepada Radar Sampit saat masih mendekam dalam Rumah Tahanan Kelas IIA Palangka Raya, Kamis (24/3). Hal itu juga telah disampaikannya sebagai nota pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palangka Raya.
Gagasan orang nomor satu di Katingan tersebut tak langsung disampaikan Hernadie pada pada kades. Sebulan setelahnya, tepatnya 17 November 2019, digelar acara syukuran terpilihnya Sakariyas-Sunardi Litang sebagai Bupati-Wakil Bupati Katingan di Desa Kiham Batang, wilayah paling ujung Sungai Sanamang yang memiliki panjang 23 kilometer itu.
Dari Tumbang Sanamang, Desa Kiham Batang hanya bisa dicapai melalui jalur sungai dengan waktu tempuh lebih tiga jam menggunakan kelotok. Radar Sampit tak sempat menjejakkan kaki di wilayah tersebut saat liputan di Katingan Hulu pertengahan Maret lalu. Selain karena alasan teknis, ada informasi kepala desa setempat yang akan diwawancara, Honda, tak berada di tempat.
Hernadie mengingat jelas sebagian besar perkataan Sakariyas saat berpidato dalam acara di Kiham Batang. Sakariyas menyampaikan kepada kepala desa agar menganggarkan dana untuk membangun jalan dari Tumbang Sanamang ke Kiham Batang. Jalan tersebut dinilai akan sangat bermanfaat bagi penduduk di sebelas desa yang totalnya tercatat sebanyak 2.462 jiwa (data BPS tahun 2021).
”Saya minta kepada semua kepala desa di jalur Sungai Sanamang nantinya, dalam tahun 2020 nanti, supaya bisa menganggarkan untuk pembuatan jalan dari Tumbang Sanamang sampai Desa Kiham Batang menggunakan dana desa guna membuka keterisolasian dan membantu APBD yang saat ini lagi kekurangan untuk biaya membangun jalan. Untuk peningkatannya, nanti akan kami bantu dialokasikan dari APBD,” kata Hernadie mengutip pidato Sakariyas.
Ada sebelas kades yang diminta patungan dana, yakni Julkarnain (Kades Sei Nanjan), Sabri (Tumbang Kuai), Reli (Kuluk Sapangi), Kasuma (Rangan Kawit), Sunardie (Rantau Puka), Suhardi (Dehes Asem), Ahmad Supriadi (Tumbang Kabayan), Sismanto (Tumbang Salaman), Liliansyah (Telok Tampang), Honda (Kiham Batang), dan Rusianto (Rantau Bahai).
Seingat Hernadie, kades yang hadir saat itu ada beberapa, di antaranya Kiham Batang, Rangan Kawit, dan Sei Nanjan. ”Adanya arahan itu juga diakui Bupati Katingan saat rapat masalah penyelesaian jalan (yang telah selesai dibangun) tanggal 13 Februari 2021 di ruang rapat Kantor Bupati Katingan,” ujar Hernadie.
Dua pekan setelah pertemuan tersebut, Hernadie melanjutkan, Honda mendatanginya di Kantor Camat Katingan Hulu. Honda menyampaikan padanya, seluruh kades di jalur Sungai Sanamang, bersepakat menggunakan sebagian dana desa untuk membangun jalan dari Tumbang Sanamang sampai Kiham Batang sepanjang 43 kilometer.








