Belum Ada Setahun, Warga Jalan Sukabangsa Sudah Tiga Kali Mengungsi

Permukimannya Jadi Langganan Banjir di Sampit

ceria langganan banjir
CERIA: Anak-anak di Jalan Sukabangsa Kecamatan Baamang tampak bermain bola di halaman yang berhari-hari sempat terendam banjir, Sabtu (20/4/2024). (YUNI/RADAR SAMPIT)

Tahun ini, Fahrul sudah tiga kali mengungsi lantaran kebanjiran. Rumahnya di Jalan Sukabangsa, Sampit,  menjadi langganan banjir saat hujan deras.

YUNI PRATIWI, Sampit  | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Sejumlah anak tampak asik bermain bola di halaman rumah, Jalan Sukabangsa, Sampit.

Halaman itu sempat terendam banjir beberapa hari sebelumnya. Meski ditemani hujan gerimis tak mengurangi keceriaan anak-anak itu bermain bola, Sabtu (20/4/2024) sore.

Jalan Sukabangsa, Kecamatan Baamang merupakan salah satu titik yang sejak Senin (15/4/2024) lalu terendam.

Tingginya air tidak hanya menggenang halaman rumah warga, tetapi juga sampai masuk ke dalam rumah.

Meski pada Sabtu kemarin kondisi air sudah surut, namun warga setempat tetap waspada. Mereka khawatir jika hujan turun disertai pasang air sungai membuat rumah mereka kembali tergenang air.

“Sekarang memang sudah surut, tapi tetap jaga-jaga takutnya hujan deras, bisa banjir lagi,” ujar Fahrul, warga Baamang yang rumahnya terendam banjir sejak Senin lalu.

Fahrul mengatakan, baru dua malam ini dirinya kembali tidur di rumahnya sendiri.

Baca Juga :  Sebesar Ini Anggaran untuk Bayar Gaji ke-13 di Kotim

Sebelumnya, saat banjir menggenangi  rumahnya, tak ada pilihan lain kecuali mengungsi ke rumah orangtuanya di dataran yang lebih tinggi.

“Baru dua malam ini saja tidur di rumah. Tapi sebagian barang-barang masih di rumah orangtua,” kata Fahrul.

Melihat kondisi cuaca saat ini, Fahrul khawatir hujan deras akan kembali turun. Karenanya hanya sebagian barang yang dia bawa kembali ke rumah.

Sebab saat dia kembali ke rumahnya pada Kamis (18/4/2024) lalu, di malam harinya hujan deras kembali turun, air sungai kembali pasang.

Posisi rumahnya yang berada di pinggir anak sungai itu membuat air cepat sekali naik. Beruntung banjir hanya menggenangi halaman rumah mereka.

“Was-was juga, barus saja angkut-angkut barang, tahunya malamnya sudah hujan lagi. Halaman banjir lagi, untungnya gak sampai masuk rumah,” sebutnya.

Semakin malam, air di halaman rumahnya semakin tinggi, bertahan hingga Jumat (19/4/2024) sore.

Baru pada Jumat malam air mulai berangsur surut, hingga saat ini. Meskipun pada Sabtu (20/4/2024) kemarin hujan intensitas ringan sempat turun, namun dia berharap hujannya tak sampai deras.



Pos terkait