Berpotensi Menyebar Di Kobar, Dinkes Pantau Perkembangan Monkeypox

monkeypox
Ilustrasi (jawa pos)

PANGKALAN BUN, RadarSampit.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus mengikuti perkembangan dan memantau penyebaran penyakit cacar monyet (Monkeypox).

Terlebih saat ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Dirjen P2P telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan terhadap penyakit Monkeypox.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Jhonferi Sidabalok mengatakan, surat edaran tersebut Dinkes di tiap kabupaten dan kota diminta untuk memantau perkembangan kasus di tingkat global melalui situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Untuk di kabupaten masing-masing kita juga diminta waspada dan melaporkan bila ada suspeck untuk kasus Monkeypox dan dilakukan konfirmasi laboratorium,” terangnya, Minggu (21/8).

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa yang dimaksud dengan suspect yaitu orang yang memiliki ruam pada kulit seperti luka akibat terbakar rokok dan disebut ruam akut ketika terdapat luka di kulit dan bernanah ataupun ruam yang berisi cairan jernih seperti cacar biasa.

Bila mendapati penyakit seperti itu dan tidak bisa dijelaskan penyebabnya maka segera dilaporkan, apalagi yang memiliki gejala tambahan seperti sakit kepala, demam dan ada benjolan-benjolan di ketiak dan di lipatan paha, serta nyeri punggung dan lemas.

Baca Juga :  Gandeng Kemenaker RI, BPJAMSOSTEK Gelar Webinar Implementasi Program JKP dan JHT

“Orang yang suspect tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan disebut probable bila memiliki hubungan epidemiologi atau pernah ketemu langsung dengan penderita Monkeypox, atau pernah bertemu langsung dengan binatang pembawa,” ungkapnya.

Pos terkait