Bersinergi Tangkal Hoaks dan Edukasi Pembaca

Kunjungan Kepala Biro Antara ke Radar Sampit

Kunjungan antara
KUNJUNGAN: Kepala Biro Antara Kalteng Ulul Maskuriah dan jajarannya berkunjung ke Kantor Radar Sampit yang diterima Direktur Radar Sampit Siti Fauziah, Jumat (27/5).

SAMPIT, RadarSampit.com – Kepala Biro Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Provinsi Kalimantan Tengah bersama tim berkunjung ke Kantor Radar Sampit. Kedatangannya tersebut disambut hangat Direktur Radar Sampit Siti Fauziah beserta jajaran manajemen.

“Terima kasih atas kunjungan Kabiro Antara bersama tim. Kunjungan ini untuk menjalin silaturahmi sekaligus menjalin kerjasama dalam publikasi berita,” kata Direktur Radar Sampit Siti Fauziah, Jumat (27/5).

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungannya, Kabiro LKBN Antara Kalteng Ulul Maskuriah didampingi  dua staf redaksi LKBN Antara Kalteng Ronny dan Adi Wibowo, Staf Bidang Keuangan Rusdiah, serta Kontributor wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Norjani.

Selama tiga tahun terakhir, Antara dan Radar Sampit bekerjasama dalam memberikan informasi berita yang informatif dan mengedukasi masyarakat Kotim khususnya pembaca setia Radar Sampit. Dalam setiap pekannya, Radar Sampit menyediakan halaman khusus hasil sinergi dengan LKBN Antara.

“Tahun ini kami (Antara dan Radar Sampit) memperpanjang kontrak kerjasama lagi. Semoga melalui kerjasama ini, dua media ini bisa terus memberikan informasi kepada masyarakat dan berkomitmen bersama menangkal berita hoax dengan memberikan berita yang akurat, aktual, dan terpercaya untuk pembaca,” katanya.

Baca Juga :  Layani Penumpang Khusus, Kapal Pelni Pastikan Tetap Berlayar

Siti juga mengaku senang bertemu langsung dengan Ulul Maskuriah yang baru menjabat April lalu sebagai Kabiro LKBN Antara Kalteng. “Saya senang sekali ketemu beliau, kita sama-sama perempuan yang punya tanggungjawab berat memimpin media. Orangnya ramah, dan punya selera humor,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Siti juga memamerkan Kebun Hidroponik 88 yang sudah dikelola Radar Sampit selama  tiga tahun terakhir tepatnya sejak panen pertamanya 11 Juli 2020 lalu. Ketika itu, wabah pandemi Covid-19 yang sudah menyebar ke wilayah Kotim pada 5 April 2020 lalu membuat Siti berpikir ingin mengembangkan usaha dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada tepat di samping gedung Kantor Radar Sampit.

“Saat pandemi Covid-19 dua tahun lalu, semua sektor perekonomian termasuk bisnis media merasakan terpuruk yang luar biasa, sampai sekarang pun kita masih terus berupaya bangkit dan eksis dengan berbagai cara kreatif dan inovatif. Sampai saya berpikir lahan kosong ini sayang sekali dibiarkan, sehingga tercetuslah ide ingin mengembangkan usaha tanaman hidroponik dengan memanfaatkan lahan yang ada yang sekarang kita namakan Kebun Hidroponik 88,” katanya.

Pos terkait