Sabu dari Dua Komplotan Dimusnahkan

Senilai HampirRp 800 Juta (sub)

Pemusnahan Narkoba
Pemusnahan narkoba jenis sabu yang dilakukan sejumlah pejabat Polres, TNI, Kejaksaan, Pengadilan dan Pemkab Lamandau, kemarin.(istimewa)

NANGA BULIK, RadarSampit.com –  Narkoba jenis sabu seberat lebih dari setengah kilogram,  kembali di musnahkan dengan cara direbus dengan cairan pembersih lantai. Pemusnahan barang bukti sabu tersebut digelar di halaman Mapolres Lamandau, Jumat (27/5) kemarin.

Pemusnahan barang hasil tangkapan bulan Mei tersebut dilakukan secara langsung oleh Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo,  didampingi Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto selaku Ketua BNNK Lamandau, Kasi Pidum kejaksaan Negeri Lamandau, perwakilan Pengadilan Negeri Nangabulik, perwakilan Kodim, Bakesbangpol dan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Bacaan Lainnya

Setelah dicek keasliannya oleh petugas dari dinas kesehatan, bungkusan plastik berisi kristal bongkahan sabu senilai hampir Rp 800 juta tersebut langsung direbus. Sabu tersebut berasal dari sitaan tersangka Suryansyah dan kawan-kawan seberat 498,48 gram dan  Efraim Kamis dan kawan-kawan, seberat 67,94 gram.

“Tangkapan sabu kita sebenarnya lebih banyak, namun yang 4 kilogram sudah dimusnahkan di Polda, yang setengah kilo ini adalah tangkapan terbaru,” ujar Arif.

Baca Juga :  Sudah Disembunyikan di Bagian Mobil Ini, Polisi Tetap Bisa Dapatkan Puluhan Gram Sabu

Dijelaskannya,  pemusnahan barang bukti sitaan ini sebagai bentuk transparansi, bahwa barang bukti yang sudah ditetapkan oleh kejaksaan untuk dimusnahkan perlu dimusnahkan secepatnya dengan dihadiri dengan para saksi, untuk menghindari penyalahgunaan.

“Semoga pemberantasan narkoba kedepan semakin baik,” harapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Lamandau yang juga merupakan Ketua BNNK Kabupaten Lamandau Riko Porwanto, mengapresiasi kinerja Polres Lamandau dalam memberantas peredaran narkoba. Menurutnya selama ini sudah cukup banyak bandar narkoba maupun kurir antar provinsi yang berhasil ditangkap dengan barang bukti dalam jumlah besar.

Pos terkait