Buka Turnamen Mini Soccer, Bupati Kotim Tegaskan soal Sportivitas

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengingatkan para peserta yang berlaga dalam Turnamen Mini Soccer Bupati Cup I
BERTANDING: Tim gabungan dari Diskan dan Disperdagin Kotim melawan tim dari Kecamatan Bukit Santuai dalam Turnamen Mini Soccer Bupati Cup I, Kamis (13/1). (YUNI/RADAR SAMPIT )

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengingatkan para peserta yang berlaga dalam Turnamen Mini Soccer Bupati Cup I agar selalu menjunjung tinggi sportivitas di lapangan.

”Bertandinglah dengan penuh semangat dan pantang menyerah. Tunjukkan kemampuan yang dimiliki serta menjunjung tinggi sporitivitas,” ujar Halikinnor, Kamis (13/1).

Bacaan Lainnya

Halikinnor mengajak semua tim yang akan bertanding untuk menjunjung tinggi sportivitas dan fairplay, serta taat pada ketentuan yang berlaku dalam olahraga sepak bola.

Menurutnya, dalam sebuah pertandingan, tim harus mengedepankan sportivitas. Apabila tim tersebut kalah, harus bisa menerima kekalahan dan mengakui kehebatan lawan. Sebaliknya, tim yang menang jangan merasa tinggi hati.

”Jujur dan berbesar hati menerima risiko dalam pertandingan, karena setiap pertandingan pasti ada pemenangnya,” kata Halikinnor.

Dia juga meminta wasit agar menjalankan tugasnya dengan baik, menilai secara obyektif dan, jujur dalam pelaksanaan tugas sebagai hakim dalam turnamen tersebut.

Baca Juga :  Beri Penghargaan Petugas Sampah, Bupati Kotim Bilang Begini

”Kepada para wasit, saya berpesan agar dalam memimpin setiap jalanya pertandingan secara profesional, objektif, dan menjujung tinggi norma dan kehormatan wasit,” tegasnya.

Turnamen Mini Soccer Bupati Cup I digelar selama 14 hari, yang dimulai sejak 7 Januari lalu, merupakan rangkaian HUT Kotim ke-69. Peserta melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) maupun kecamatan di Kotim.

Turnamen tersebut diikuti sebanyak 35 tim, terdiri dari 15 tim dari kecamatan dan 20 tim dari SOPD. Beberapa tim merupakan gabungan, karena kurangnya pemain. Pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi. Dalam tiap grup diisi 4 dan 5 tim. (yn/ign)

Pos terkait