Rutinitas ”jalan-jalan” yang dilakukan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor berbuah manis. Infrastruktur tak layak yang dipergoki langsung jadi perhatian agar segera ditangani.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Tanpa basa-basi, perintah langsung meluncur dari mulut Halikinnor begitu mendapati jalan rusak di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kotim diminta menurunkan alat berat memperbaiki badan jalan agar dapat diakses masyarakat.
”Di sini menang sudah ada badan jalannya, tapi atas permintaan warga, agar jalan ini bisa ditingkatkan, karena memang belum pernah diperbaiki. Makanya, saya minta Dinas PUPRPRKP Kotim segera menurunkan alat berat untuk melebarkan jalan ini,” kata Halikinnor, Jumat (18/8).
Sesuai permintaan warga, jalan yang perlu ditingkatkan atau dengan diratakan dan diperbaiki sepanjang kurang lebih 800 meter. Posisinya di bagian barat dari kantor desa setempat.
”Saya minta segera saja alat berat dikerahkan. Paling tidak untuk pelebaran badan jalan dulu. Setelah itu, kita lihat kemampuan anggaran di perubahan atau APBD murni tahun berikutnya, untuk peningkatan jalan ini,” tegasnya.
Peningkatan jalan diharapkan dapat memangkas waktu tempuh menuju kantor desa maupun sekolah. ”Jalan ini bisa dimanfaatkan warga sebagai akses menuju kantor desa. Serta bisa dilalui anak-anak menuju sekolah. Memang jaraknya lebih dekat dari dalam sini, karena selama ini siswa harus memutar sekitar tiga km menuju sekolahnya, melintasi Jalan HM Arsyad yang terbilang rawan lantaran tingginya jumlah kendaraan yang lalu-lalang. Apalagi di jalur itu sering terjadi kecelakaan,” kata Halikinnor.
Kabid Bina Marga Dinas PUPRPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama yang mendampingi Bupati Kotim saat meninjau jalan, langsung menyatakan kesiapannya menjalankan instruksi.
”Pada prinsipnya kami siap menindaklanjuti instruksi Pak Bupati. Sebagai langkah awal, nanti kami akan melakukan survei lapangan untuk menghitung berapa titik kerusakan jalan yang perlu dilakukan perbaikan,” kata Mentana.
Kepala Desa Bengkuang Makmur Leles Syamsu mengatakan, jalan yang diusulkan segera ditingkatkan itu merupakan Jalan Karya Tani RT 4 RW 2. Dibuka pada tahun 1986. Namun, sejak 1990, tak lagi dilewati masyarakat karena lantai jembatan yang menjadi akses penghubung rusak parah.
”Dari tahun 1990 jalan itu sudah jarang dilewati. Memang ada jalan alternatif melewati jalan setapak untuk kendaraan roda dua, tetapi hanya bisa dilewati saat jalan itu kering. Apabila musim hujan sulit dilewati,” kata Leles saat dikonfirmasi Radar Sampit.
Jalan Karya Tani menghubungkan Desa Bapeang, Desa Bangkuang Makmur, dan Desa Eka Bahurui. Total panjangnya 2.500 meter dengan lebar 8 meter. Di sepanjang jalan ada empat jembatan, yakni Jembatan Sungai Bengkuang Hilir, Jembatan Sungai Bengkuang Hulu, Jembatan Sungai Setia Budi, dan Jembatan Sungai Bengkirai Barat.
Rata-rata jembatan memiliki panjang 12 meter dan lebar 4 meter. Jembatan Bengkuang Hulu paling memprihatinkan. Rusak parah dan lapuk dimakan zaman.
”Jalan Karya Tani ini masih tanah dan banyak ditumbuhi rumput. Dari Jembatan Bengkuang Hilir (selatan) ke Bengkuang Hulu panjangnya 900 meter, ke Setia Budi 800 meter, dan ke Bengkirai 800 meter. Tiga jembatan masih bisa dilewati walaupun ada kerusakan. Hanya Jembatan Sungai Bengkuang Hulu yang lantainya rusak parah, tidak bisa dilewati. Tiangnya masih bagus. Kami berharap lantai jembatannya diperbaiki jadi lantai kayu ulin, sehingga bisa dilewati lagi,” ujar Leles.








