Caleg Gagal Dominasi Perburuan Kursi Calon Kepala Daerah

ilustrasi pilkada
Ilustrasi Pilkada

SAMPIT, radarsampit.com – Perburuan kursi bupati dan wakil bupati November mendatang di Kabupaten Kotawaringin Timur didominasi sejumlah calon anggota legislatif yang gagal dalam Pemilu 14 Februari lalu.

Meski gagal jadi legislator, para bakal calon tersebut berharap bisa mendapat rekomendasi partai politik untuk bersaing dalam tensi politik lebih tinggi.

Bacaan Lainnya

Para bakal calon kandidat pilkada itu, di antaranya Jhon Krisli, Aswin, Sanidin, Muhammad Rudini, dan Selvia Sarah. Jhon yang maju dengan status sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kotim di daerah pemilihan 4, gagal melenggang kembali menduduki kursi wakil rakyat.

Kemudian, Sanidin yang belakangan ini dijagokan Partai Gerindra, merupakan eks caleg dapil Baamang-Seranau. Dia kalah dengan rival separtainya, Rambat. Begitu juga dengan Aswin, eks caleg PKB untuk DPRD Kalteng, kalah dengan rekan separtainya.

Adapun Muhammad Rudini, harus menerima kekalahan dengan berada di posisi ketiga perolehan suara PAN di dapil MB Ketapang. Politikus yang pernah bertarung dalam Pilkada Kotim sebelumnya ini harus mengakui kekuatan politik M Kurniawan dan Arif Rahman Hakim di internalnya.

Baca Juga :  DUH!!! Bupati Kotim pun Sering ”Terbang” Lewat Palangka Raya gara-gara Ini

Bakal calon lainnya, Selvia Sarah, juga merupakan salah satu caleg yang gagal meraup suara untuk jadi legislator dalam pileg. Dia kalah dengan rekan satu partainya di dapil MB Ketapang.

Meski gagal mencaleg, para bakal calon tersebut tetap optimistis menatap Pilkada Kotim. Jhon Krisli, misalnya, berburu dukungan dengan mendaftar ke sejumlah partai, seperti Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Golongan Karya, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Partai Nasional Demokrat.

”Partai Nasdem ini yang ketujuh secara resmi saya mendaftarkan diri,” kata Jhon, Ketua DPC Partai Demokrat Kotim, Sabtu (25/5/2024).

Jhon mengaku menangkap keinginan masyarakat yang berpandangan bahwa semakin banyak calon akan lebih bagus. Hal itu agar memiliki banyak pilihan yang sesuai dengan keinginan masyarakat Kotim.

”Kita ketahui, Kotim memiliki jumlah penduduk terbesar di Kalteng. Lebih dari 480 ribu jiwa. Harapannya Kotim bisa menjadi barometer Kalteng,” katanya.



Pos terkait