Cara Mudah Hindari Ransomware

Cara Mudah Hindari Ransomware

Banyak orang yang masih belum paham akan istilah ransomware, salah satu jenis kejahatan siber yang kerap memeras korbannya. Biasanya, para pelaku ransomware mencuri data penting berupa file dokumen, foto, video dan banyak lagi yang kemudian digunakan sebagai sandera untuk meminta tebusan kepada korban.

Untuk bisa terhindar dari ransomware sebetulnya cukup mudah. Pertama, jika data Anda dienkripsi, jangan panik. Ini situasi yang buruk, tetapi anda mungkin masih dapat memulihkan file kembali.

Jangan pernah membayar tebusan. Setiap pembayaran tebusan mewakili kontribusi keuangan untuk pengembangan malware di masa depan dan memberikan sinyal kepada para pelaku kejahatan siber, bahwa skema tersebut masih menguntungkan. Dan bahkan jika membayar tebusan, itu tidak menjamin anda mendapatkan data kembali.

Gunakan layanan Crypto Sheriff di situs web No More Ransom untuk mengetahui malware apa yang telah menginfeksi drive Anda. Sebuah decryptor mungkin sudah tersedia untuk itu, dalam hal ini anda dapat menggunakannya untuk memulihkan data kembali, tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

No More Ransom, yang didukung oleh Europol dan berbagai perusahaan anti kejahatan siber, menampung lusinan decryptors. Jika tidak dapat menemukan decryptor untuk ransomware yang menyerang anda, terus lakukan pengecekan karena mungkin itu selalu dirilis setiap hari.

Bagaimana agar tetap aman dari ransomware? Pastikan juga untuk selalu menyimpan file cadangan dan dokumen penting secara teratur ke penyimpanan cloud dan ke hard drive eksternal. Anda dapat mencadangkan foto menjadi seminggu sekali atau bahkan setiap bulan, tetapi pastikan untuk mencadangkan dokumen penting terkini setiap beberapa hari atau bahkan setiap hari.

Jangan pernah menunda untuk membuat cadangan data penting. Memiliki cadangan sebelum terjadi serangan merupakan tindakan paling tepat dalam mencegah serangan ransomware.

Agar cadangan data dapat berhasil, jangan lupa beberapa aturan seperti cara menulis atau membaca dari hard drive tersebut. Setiap drive yang terhubung ke komputer pada saat serangan ransomware juga akan dienkripsi. Lindungi akses ke penyimpanan cloud dengan kata sandi yang kuat dan otentikasi dua faktor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *