CATAT!!! Mutasi Besar-besaran Pejabat Pemkab Kotim Dilakukan Tahun Depan

pelantikan pejabat pemkab kotim
PELANTIKAN: Pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat administrator di lingkungan Pemkab Kotim, Kamis (1/9). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor rencananya tahun depan akan melakukan mutasi besar-besaran. Karena itu, Halikinnor terus melakukan evaluasi untuk melihat kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kotim.

”Jadi, yang tidak memenuhi standar, tidak bisa bekerja maksimal, kalau sudah tidak ada semangatnya lagi ya sudah, jangan dipaksa. Saya mohon ini menjadi perhatian semuanya. Saya nilai terus kinerja sampai akhir tahun ini. Insya Allah awal tahun ada mutasi dan akhir tahun nanti baru ada mutasi besar,” kata Halikinnor.

Bacaan Lainnya

Pelantikan rencananya dilaksanakan setelah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kotim. Halikinnor mengaku telah melakukan evaluasi sebagai pertimbangan dalam mutasi.

”Saat ini saya sudah mengevaluasi dan tahun depan mungkin termasuk itu gerbongnya yang bergerak, termasuk eselon 2 ada yang bergeser, eselon 3 juga termasuk camat,” katanya.

Halikinnor ingin agar hal ini benar-benar menjadi perhatian, karena dia melihat kinerja dari para ASN. Jika dirinya melihat kinerja ASN menurun, bukan tidak mungkin ASN tersebut akan dimutasi tahun depan.

Baca Juga :  Dinkes Kotim Usulkan 500 Dosis Vaksin Covid-19

”Saya melihat kinerjanya, kalau kinerja malah turun pada tahun depan juga termasuk yang akan dimutasi,” kata Halikinnor.

ASN yang kinerjanya tidak maksimal bahkan terancam nonjob. Namun, menurut Halikinnor, dirinya tidak memaksa apabila memang ASN tersebut sudah tidak lagi semangat bekerja.

”Yang sudah tidak ada semangat bekerja, saya tidak akan memaksa. Kalau mau nonjob, hanya santai, turun makan gaji, silakan saja,” ucapnya.

Sebab, kata Halikinnor, pemerintah sudah memiliki aturan. Bagi yang kinerjanya tidak memenuhi standar, apalagi itu adalah penilaian dari pimpinan, sehingga hal apa pun bisa saja terjadi.

”Misalnya dia sudah tidak mampu lagi atau ini tidak berminat lagi, karena kemampuan dan keahlian didukung dengan kemauan. Biar pun punya punya latar belakang, misalnya hukum tapi tidak mau mempelajarinya, tidak mau melaksanakan semangat kerjanya itu, etos kerjanya itu yang kami tuntut, otomatis yang bagus kami beri reward yang tidak bagus akan diberi punishment,” tegasnya. (yn/ign)



Pos terkait