Cegah Banjir Merajalela, Camat hingga RT Diminta Kerahkan Warga  

Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

banjir sampit
TERGENANG: Salah satu lokasi jalan permukiman yang tergenang banjir di kawasan Delima 7 Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (4/12/2023) dini hari (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.com – Musim hujan telah tiba, masyarakat diminta mengantisipasi genangan banjir dengan membersihkan selokan atau parit di sekitar lingkungan rumahnya masing masing.

”Jangan sampai menunggu curah hujan semakin tinggi dan terjadi banjir baru panik dan saling menyalahkan,” kata Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, Rabu (6/12/2023).

Bacaan Lainnya

Selain itu, Irawati juga meminta camat, lurah/kades, hingga ketua RT aktif menggerakan warganya untuk gotong royong membersihkan lingkungan. “Camat, lurah, kades saya harapkan lebih aktif turun ke lapangan agar dapat melihat dan mengetahui sendiri kendala yang dihadapi warga. Tidak hanya memperhatikan tempat tinggal warga yang aman, tetapi perhatikan juga ketersediaan bantuan bahan pangan,” katanya.

Menurut Irawati, genangan air hujan yang tidak mengalir bisa menjadi sarang nyamuk, sehingga saluran pembuangan air harus dipastikan bersih agar ketika hujan terjadi air dapat mengalir lancar. “Tidak hanya banjir yang menjadi  ancaman warga, tetapi juga penyakit demam berdarah. Upaya pencegahan itu dapat dilakukan dengan rutin membersihkan saluran drainase,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Bacaleg Kotim Belum Memenuhi Syarat

Irawati juga mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir agar lebih waspada dan berhati-hati terhadap jaringan listrik di rumah dan penggunaan peralatan elektronik yang digunakan. “Kalau sudah musim hujan tiba dan disertai air pasang, bisa saja debit air naik hingga terjadi banjir yang berpotensi masuk ke rumah warga,” kata Irawati.

Sebelumnya, Irawati telah meninjau langsung ke Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, sekaligus membagikan paket bantuan pangan untuk warga yang terdampak banjir pada Kamis (30/11/2023) lalu. Pengecekkan ke lokasi banjir juga dilakukan di hari berikutnya di Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean pada Jumat (1/12/2023).

Tidak hanya Kota Sampit yang rawan tergenang banjir, tapi juga Kecamatan Tualan Hulu, Parenggean, Mentaya Hulu, Cempaga, Bukit Santuai dan kecamatan lainnya kerap tergenang banjir.

“Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, seperti di bantaran sungai diimbau lebih berhati-hati selama musim hujan ini. Sebaiknya pindah ke tempat yang lebih tinggi dam mengamankan semua barang berharga agar tidak rusak jika terkena genangan banjir,” tandasnya. (hgn/yit)



Pos terkait