Cegah Memburuknya Kebakaran Permukiman Padat

Warga Minta Bantuan Alat Pemadam

kebakaran
MASIH DIUSUT: Barak milik mantan anggota DPRD Batara H Mahmud yang hangus dilalap api, Sabtu (16/10) lalu. (ALWANDY/RADAR SAMPIT)

MUARA TEWEH – Musibah kebakaran yang menimpa barak kayu milik Haji Mahmud di Jalan Flores Gang MT, Kabupaten Barito Utara, jadi pelajaran berharga agar musibah itu bisa diantisipasi, salah satunya dengan ketersediaan alat pemadam. Mitigasi dinilai penting agar musibah tak memburuk. Warga setempat meminta Pemkab Batara agar dapat membantu fasilitas tersebut guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Apalagi kawasan tersebut padat penduduk dan sebagian besar rumah warga berbahan kayu. Selain itu, sebelumnya juga pernah terjadi kebakaran besar yang menghanguskan banyak rumah penduduk.

Bacaan Lainnya

Aal, warga setempat mengatakan, jarak antara barak H Mahmud yang terbakar dengan rumah warga hanya beberapa meter. Bahkan, salah satu rumah warga saat kejadian nyaris terbakar, namun dapat diselamatkan petugas pemadam bersama BPBD Batara dan masyarakat setempat.

”Rumah warga di daerah ini rata-rata terbuat dari kayu. Beruntung kemarin api tidak sampai menjalar ke bangunan warga lainnya,” kata Aal, Senin (18/10).

Baca Juga :  Ekskavator Kecamatan Bisa Digunakan Antisipasi Karhutla

Dia meminta Pemkab Batara agar dapat memberikan bantuan alat pemadam kebakaran yang ditempatkan di wilayah RT 18 Jalan Flores Gang MT. Dengan demikian, apabila ada kejadian serupa, dapat dilakukan penanganan dengan cepat.

Selain alat pemadam kebakaran, lanjutnya, warga setempat juga perlu diberikan pelatihan warga agar bisa mengoperasikan alat tersebut.

”Jalan di gang ini sangat sempit. Bahkan, mobil tidak dapat masuk dan hanya dapat dilalui motor. Jadi, menurut kami penting sekali adanya alat pemadam kebakaran di tempat ini untuk antisipasi kebakaran,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Jalan Merak dan Jalan Flores, Muara Teweh, digegerkan dengan terbakarnya barak 15 pintu milik mantan anggota DPRD Barito Utara (Batara) H Mahmud, Sabtu (16/10) siang. Aparat masih menyelidiki peristiwa tersebut, termasuk penyebab munculnya api.

Salah satu penghuni barak, Serly (50), mengatakan, api diperkirakan muncul sekitar pukul 13.30 WIB dan membesar dengan cepat. Selain cuaca saat itu panas, api terus berkobar karena bangunan tersebut terbuat dari kayu. Serly mengaku mengontrak barak tersebut karena dekat dengan tempat kerjanya.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *