Dapat Instruksi Jalankan Vaksinasi Masyarakat Umum

Sukamara Masih Menunggu Kiriman Vaksin

vaksinasi covid-19 Sukamara
VAKSINASI COVID-19 : Bupati Sukamara Windu Subagio saat memantau jalannya vaksinasi Covid-19 massal di Gedung Gawi Barinjam beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/RADAR KOTAWARINGIN)

SUKAMARA – Kepala Dinas Kesehatan Sukamara Ari Junita mengatakan bahwa saat ini warga yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama sebanyak 34 persen, sementara itu untuk dosis kedua baru mencapai 19 persen.

Sementara itu Pemkab Sukamara telah menargetkan 38 ribu jiwa telah menjalani vaksinasi Covid-19 pada Oktober 2021 mendatang. “Sampai saat ini masih 34 persen warga yang sudah vaksin dosis pertama, karena ketersediaan vaksin juga masih belum stabil jadi untuk target belum bisa terpenuhi. Sebenarnya kita menargetkan sehari ada 400 dosis yang diberikan kapada masyarakat, tapi di sisi lain stok vaksin kita masih kosong,” jelas Ari Junita, Rabu (28/7).

Bacaan Lainnya

Untuk saat ini, lanjutnya, pelaksanaan vaksinasi masih terfokus menyelesaikan tiga sasaran utama, yakni tenaga kesehatan, pelayan publik dan juga warga lanjut usia. “Sedangkan untuk masyarakat umum kita laksanakan sambil menyelesaikan tiga target sasaran utama ini,” jelasnya.

Dari data Dinas Kesehatan Sukamara, hingga saat ini capaian vaksinasi untuk tiga sasaran utama yaitu tenaga kesehatan  sudah di atas 100 persen atau mencapai 117 persen yang artinya semua tenaga kesehatan sudah menjalani vaksinasi.

Baca Juga :  Ada Warga Sempat Menolak Vaksinasi

Sedangkan vaksinasi bagi pelayan publik saat ini juga sudah mencapai 227 persen, angka tersebut mengalami lonjakan karena mencakup masyarakat umum. “Dan untuk lansia saat ini juga sudah berada di angka 75,8 persen,” ucap Ari Junita.

Dengan capaian ini maka Kabupaten Sukamara sudah mendapatkan instruksi dari kementerian untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat umum. “Vaksinasi kita lakukan secara intens dengan membuka posko vaksinasi di beberapa wilayah, jadi setiap hari sudah ada progres untuk kegiatan ini, namun kegiatan vaksinasi saat ini masih terhenti karena masih menunggu kiriman stok vaksin,” pungkas Ari Junita. (enn/sla)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *