Kawasan Pesisir Bugam Raya Jadi Desa Ramah Penyu

ramah penyu
PELESTARIAN PENYU: SKW II Pangkalan Bun menerima penyerahan 59 tukik dari warga setempat beberapa waktu lalu. (Istimewa/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SKW II Pangkalan Bun membidik desa-desa di kawasan pesisir pantai Desa Kubu, Bogam hingga Pantai Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai desa ramah penyu.

Kepala SKW II Pangkalan Bun, BKSDA Kalteng Dendi Setiadi mengatakan seperti diketahui garis pantai dari Desa Kubu sampai Desa Keraya sangat panjang dan mempunyai potensi penyu bertelur.

Bacaan Lainnya

“Kita bersama-sama dengan BPSPL akan melakukan giat  penyuluhan kepada masyarakat pesisir untuk menjaga dan melindungi satwa penyu yang dilindungi undang-undang,” tegasnya, Sabtu (18/2).

Selain itu potensi penyu bertelur di sepanjang garis pantai tersebut juga berpotensi dikembangan sebagai ekowisata semi alami penetasan penyu serta pelepasan tukik.

Dengan begitu BKSDA akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta kelompok nelayan untuk menjadikan Pantai Kubu hingga Pantai Keraya sebagai desa ramah satwa (penyu).

Baca Juga :  Dua Joki Judi Online di Pangkalan Bun Diringkus Polisi

Lanjut dia, tidak kalah penting dengan akan dijadikannya desa disepanjang pesisir terpadu sebagai desa ramah penyu, maka penyu akan terlindungi dari predator alami sebagai mata rantai makanan, maupun ulah manusia. “Kalau ancaman manusia akan kita buat program” visit comunity dan school visit,” ujarnya.

Ia menyebut saat ini kelompok-kelompok sudah terbentuk baik yang sudah dibentuk oleh Pokdarwis serta nelayan yang sudah dibentuk oleh BPSPL. Yaitu, Pokmaswas dari KKP Dinas Kelautan yang memang tugasnya menjaga ekosistem laut.

Ia menceritakan pada awal bulan Pebruari 2023 pengunjung pantai Keraya yang sedang kemping menemukan sebanyak 59 ekor anak penyu sisik (tukik), pengunjung pantai saat itu melihat anak penyu keluar dari pasir.

Dan puluhan penyu tersebut telah diserahkan ke petugas SKW II Pangkalan Bun, dan saat ini penyu tersebut telah diamankan di TWA Tanjung Keluang.

“Kita akan melakukan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat pecinta penyu, dan akan dibuat sementara lokasi semi alami di desa Keraya,” pungkasnya. (tyo/sla)



Pos terkait