Antusias Belajar ke Radar Sampit

Study Tour SDS dan TK 07 Best Agro

img20230218102413
SALAM LITERASI: Siswa SDS 07 Best Agro dan TK 07 Best Agro PT Task I berfoto bersama di dalam gedung pecetakan Surat Kabar Harian Radar Sampit, Sabtu (19/02) pagi.

SAMPIT, radarsampit.com – Siswa SDS 07 dan TK 07 Best Agro PT Task I melaksanakan study tour ke Kantor Surat Kabar Harian (SKH) Radar Sampit, Sabtu (18/2) pagi. Tidak hanya para siswa, guru pembimbing tampak antusias saat diajak berkeliling mengenal lebih dekat ke dalam ruang redaksi dan gedung percetakan Radar Sampit. Mereka mendapatkan penjelasan terkait kerja dikeredaksian dan juga bagaimana proses pembuatan koran.

Ketua rombongan study tour Israwati mengatakan kegiatan study tour ini merupakan program sekolah kepada siswa untuk mengenal dunia luar. Tahun menjadi yang perdana setelah sebelumnya terhenti sepanjang Covid-19. Radar Sampit dipilih sebagai upaya untuk meningkatkan literasi dikalangan siswa.

Bacaan Lainnya

“Selama ini siswa termasuk para guru hanya tau koran yang sudah jadi. Dengan kunjungan ini kita bisa mengetahui lebih jauh bagimana proses pembuatan informasi hingga menjadi sebuah berita. Termasuk juga bagaimana koran itu diolah,” ucap Israwati.

Baca Juga :  Bocah Enam Tahun Dicabuli Kakek Tetangganya

Israwati menambahkan sebagai media cetak yang besar, seluruh informasi yang diolah Radar Sampit hingga menjadi sebuah berita tentunya banyak proses yang harus dilalui. “Kita juga ingin mengetahui bagaimana berita yang layak itu untuk dipublikasikan. Sehingga kita tidak terjebak dalam sebuah informasi atau berita hoax,” kata Israwati.

Manajer Pemasaran Radar Sampit Tono Triyanto yang mendampingi kegiatan study tour ini menjelaskan seluruh informasi yang diolah sudah melalui proses seleksi ketat, mulai memperhatikan etika jurnalistik dan hukum. Karenanya asas keberimbangan dan konfirmasi menjadi penting dalam pembuatan berita.

“Kalau sudah terbit di koran seluruh berita yang diolah sudah bisa dipertanggungjawabkan. Kita tidak menolerasi berita-berita hoax yang justru akan membingungkan masyarakat,” kata Tono.

Rombongan yang terdiri dari 30 siswa SD dan TK serta lima guru pembimbing ini juga diperkenalkan dengan perangkat pekerjaan para wartawan dan juga layout. Di dalam ruang redaksi mereka juga diputarkan video singkat tentang proses kerja wartawan dalam mencari berita kemudian membuatnya. Dilanjutkan editing dari redatur dan proses desain ke dalam halaman surat kabar. Terakhir bagaimana proses pencetakan koran itu sendiri.



Pos terkait