Dianggap Membelot, PDIP Minta Budiman Mundur atau Dipecat

Buntut Dukungan ke Capres Prabowo Subianto

budiman sudjatmiko
BUDIMAN SUDJATMIKO

JAKARTA, radarsampit.com – PDI Perjuangan bakal bertindak tegas terhadap kadernya Budiman Sudjatmiko yang membelot dari keputusan partai. Mantan pentolan Partai Rakyat Demokratik itu bahkan berpeluang dikeluarkan dari partai berlambang banteng.

Seperti diketahui, meski PDIP sudah deklarasi mengusung Ganjar Pranowo, Budiman sebagai kader justru secara terbuka menyatakan dukungannya pada rival, Prabowo Subianto. Pada Juli lalu, dukungan dia sampaikan dengan mengunjungi kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan.

Bacaan Lainnya

Sempat mendapat teguran, Budiman teguh dengan sikapnya. Terbaru, dia melakukan deklarasi relawan Prabu (Prabowo-Budiman) di Semarang, Jawa Tengah tengah pekan lalu. Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan, pihaknya akan memberikan sanksi disiplin tegas pada Budiman.

Soal bentuknya, Hasto menyebut Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun yang akan menyampaikan hal tersebut. Keputusan dijadwalkan pada hari ini (21/8).

”Yang jelas partai tidak menolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai,” ujarnya di sela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III DPD PDIP Kalimantan Timur di Balikpapan kemarin.

Baca Juga :  Tolak Berorasi Panjang, Ganjar Ajak Bantu Korban Banjir Bandang Grobogan

Dia memastikan, Budiman akan keluar dari PDIP. Hanya saja, mekanisme yang dijalani belum pasti. “Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan,” kata Hasto.

Lebih lanjut lagi, Hasto juga menyindir sikap lawan politiknya yang dinilai tidak etis dengan melakukan pembajakan. Tindakan yang dia klaim tidak pernah dilakukan PDIP.

Bagi Hasto sendiri, kasus itu memperlihatkan kubu Prabowo Subianto tidak percaya diri untuk mengarungi kontestasi Pilpres melawan PDIP. Padahal, sebelumnya telah berupaya mengeroyok Ganjar Pranowo melalui koalisi besar.

Tindakan Gerindra, kata Hasto merupakan praktik politic devide et impera atau politik pecah belah/adu domba. “Dengan melakukan politik devide et impera itu sebenarnya menunjukkan ketidakpercayaan diri dari pihak sana,” tuturnya.

Hasto juga memberi catatan soal lokasi deklarasi dukungan yang dilakukan relawan Prabu di Jawa Tengah. Dia menegaskan, tindakan itu justru akan membuat semangat kader Banteng semakin bergelora.



Pos terkait