Dini Hari, Taman Kota Sampit Jadi Arena Balap Liar

bali lagi
BALAP LIAR: Sejumlah kendaraan balap liar adu kecepatan di sekitar taman Kota Sampit, Minggu (29/10) dini hari. (FAHRY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Suara puluhan sepeda motor berknalpot bising, terdengar jelas di seputaran kawasan Taman Kota, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotim, Minggu (29/10/2023) dini hari.

Puluhan kendaraan bermotor yang di joki para remaja itu saling beradu kecepatan. Mereka kebut-kebutan di seputaran Taman Kota laiknya seperti pembalap profesional. Parahnya lagi, tak sedikit pun dari mereka yang tak menghiraukan keselamatan baik diri sendiri maupun orang lain. Padahal, dengan aksi mereka, justru berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas

Bacaan Lainnya

Menurut pantauan, selama 30 menit, balapan liar berlangsung di wilayah tersebut. Puluhan kendaraan bermotor saling adu kecepatan untuk mendapatkan gelar siapa pemenangnya.

Sementara, lokasi balap liar tersebut tak jauh dari Kantor Satlantas Kepolisian Resor (Polres) Kotim. Jaraknya sekitar 100 an meter saja. ”Anak-anak muda sekarang pada berani sekali. Mereka tak peduli melakukan aksi balapan liar meski dekat dengan Kantor Polisi,” kata Gatot,  salah seorang pedagang sekitar di lokasi itu

Baca Juga :  Pj Bupati Kobar: Fungsikan Anggaran Sesuai Ketentuan untuk Sukseskan Pesta Demokrasi

Meski jadi tontonan serta dianggap sebagai hiburan, namun pengguna jalan lainnya merasa terganggu. Seperti truk tronton harus berhati-hati saat melewati sepanjang jalan tersebut. ”Saya terpaksa hidupkan klakson terus agar tidak terjadi tabrakan,” ucap sopir tronton yang tidak ingin disebutkan Namanya, saat dibincangi.

Tak lama, sejumlah petugas Polisi Lalu Lintas tiba-tiba muncul dan menghadang di jalan. Puluhan pembalap liar pun sontak berhamburan melarikan diri dari petugas. ”Meski ada petugas, mereka (pelaku balap liar-red) pasti kembali lagi balapan di sini. Dan balapan liar, biasanya terjadi sampai pagi hari. Kami pun terkadang sulit untuk beristirahat,” ujar Jimy, salah satu warga setempat. (sir/gus)



Pos terkait