SAMPIT, Radarsampit.com – Persoalan sampah seolah tak ada habisnya. Setelah dua pekan lalu, sampah menumpuk di Depo Jalan Pelita, kini giliran Depo di Jalan Sampurna yang kembali menumpuk. Lagi-lagi biang keroknya karena dua truk masih belum selesai diperbaiki. Spare part yang sulit dicari diduga menjadi penyebabnya.
Pantauan Radar Sampit, sampah di Depo Mini Sehati 02 Jalan Sampurna sudah menumpuk dan keluar dari area pagar bangunan sekitar sepekan yang lalu. Kian hari, sampah seperti tak berkurang, meski petugas yang berjaga di depo berdalih sampah sudah diangkut setiap hari, namun sampah tak berkurang justru semakin banyak menumpuk hingga kepinggir jalan.
Tak hanya merusak pemandangan, aroma busuk sudah menyeruak kesana kemari. Jalan Sampurna merupakan jalur yang cukup padat dilalui pengendara. Apabila dalam beberapa hari sampah tak diangkut bersih, sampah kemungkinan besar akan menumpuk sampai ketengah jalan.
Uda petugas penjaga Depo Mini 02 mengatakan petugas angkut sampah setiap hari mengangkut sampah. Namun, sampah yang diangkut hanya berkurang sekitar satu meter. Keesokan harinya sampah kembali menumpuk.
“Setiap hari diangkut, saya juga ikut bantu angkut. Namanya truk yang dipakai bergantian, jadi enggak semua sampah di depo diangkut bersih. Sehari angkut paling cuma semeter saja berkurangnya. Kecuali dibantu pakai alat berat mengeruk sampahnya, seperti penanganan di Depo Pelita. Kerjaan bisa lebih cepat,” ujar Uda.
Disisi lain, melihat depo yang menumpuk tak membuat masyarakat beralih membuang sampah ke depo lain. Padahal, masih ada delapan depo yang tersebar di Kota Sampit. Sampah yang menumpuk seolah memudahkan pengendara. Dari pengamatan Radar Sampit, pengendara tak perlu capek-capek masuk ke bangunan depo untuk membuang sampah, kresek sampah yang dibawa langsung dilempar kedepan pagar depo. Tak sedikit pula yang membuangnya ke pinggir jalan, keluar dari area bangunan depo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Machmoer melalui Kepala Seksi Penanganan Sampah DLH Kotim Yayat Hidayat mengatakan dua armada truk pengangkut sampah mengalami kerusakan pada bagian kemudi yang membuat oleng saat dikendarai.
“Dua truk masih dalam perbaikan di bengkel, ada spare part yang sulit dicari. Minggu ini seharusnya bisa kembali beroperasi, ternyata masih belum bisa, sehingga truk yang digunakan bergantian,” kata Yayat Hidayat, Senin (18/7).
Untuk diketahui, DLH Kotim memiliki 9 armada dump truck dan 3 amrol. Namun, dua armada truk diantaranya sudah usang dan sering rusak sehingga armada yang beroperasi hanya 7 truk dan 3 amrol.
“Masing-masing truk mengangkut sampah di satu depo. Karena, dalam sehari sampah yang diangkut sebanyak 2 rit, terkadang dihari tertentu bisa 3-4 rit per hari. Karena, dua truknya rusak, terpaksa bergantian menggunakan truk armada dengan memanfaatkan truk yang ada,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan armada truk yang sering rusak, DLH Kotim sebelumnya telah melibatkan pihak ketiga melalui jasa perseorangan dari CV Anugerah Borneo Mentaya yang terhitung mulai Januari 2022. Dikarenakan, anggaran yang tersedia hanya Rp 492 juta, maka kerjasama dengan pihak ketiga hanya berjalan sampai akhir Juni 2022.
Dalam sistem kerjasama, pihak ketiga hanya mengangkut sampah di empat depo besar seperti Depo Sehati 01 Jalan Pelita, Depo Sehati 02 Jalan Tartar, Depo Sehati 03 samping Swalayan Bintang dan Depo Sehati 04 Jalan Cristopel Mihing.
“Untuk anggarannya DLH Kotim membayar Rp 225 ribu per rit. Setiap depo mengangkut 2 rit per hari. Sedangkan, untuk pengangkutan sampah di depo kecil dan kontainer kita masih menggunakan armada DLH Kotim dan rata-rata angkutan sampah per hari sama, satu depo mengangkut 2 rit. Namun, karena ada recofusing anggaran akibat dampak dari Covid-19. Sehingga, anggaran untuk membayar pihak ketiga seharusnya setahun, hanya cukup selama enam bulan,” ujarnya.








