Empat Paslon di Pilkada Kalteng Dipenuhi Barisan Mantan Bupati, Cek Siapa Saja Mereka

pilkada kalteng ilustrasi
Ilustrasi Pilkada Kalteng

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sampai menjelang hari pencoblosan 27 November 2024, para kandidat bakal bertarung sengit memperebutkan suara sekitar 1,9 juta pemilih.

Bakal paslon yang telah mendaftar, yakni Abdul Razak-Sri Suwanto, Agustiar Sabran-Edy Pratowo, Willy M Yoseph-Habib Ismail, dan Nadalsyah-Supian Hadi. Tiga bakal paslon terakhir mendaftar di hari terakhir pendaftaran, Kamis (29/8) di KPU Kalteng.

Bacaan Lainnya

Dukungan partai tersebar merata di empat kandidat tersebut. Sebagian besar kandidat merupakan mantan bupati di Kalteng.

Mereka di antaranya, Abdul Razak (eks Bupati Kobar), Edy Pratowo (eks Bupati Pulpis dan Wagub Kalteng), Willy M Yoseph (eks Bupati Murung Raya), Nadalsyah (eks Bupati Barito Utara), dan Supian Hadi (eks Bupati Kotim).

Selama menjelang pendaftaran, peta politik berjalan sangat dinamis dan penuh kejutan. Publik Kalteng disajikan drama politik otak-atik pasangan.

Pertama yakni Abdul Razak yang awalnya berpasangan dengan Perdie M Yoseph, berganti pasangan menggandeng Sri Suwanto, Ketua Paguyuban Kulowargo Wong Jowo (Pakuwojo) Kalteng.

Kemudian, nama Willy M Yoseph baru muncul belakangan dalam bursa pencalonan bersama Habib Ismail. Terakhir, Nadalsyah yang sebelumnya menggandeng Sigit K Yunianto, berganti menjadi Supian Hadi.

Selama 90 hari sejak pendaftaran ditutup, para kandidat itu akan diuji kemampuannya merebut suara sekitar 1,9 juta warga Kalteng yang terdaftar sebagai pemilih. Selain turun langsung ke lapangan, pertarungan lebih sengit disinyalir akan terjadi di ruang digital.

Baca Juga :  Tergiur Penghasilan, Banyak Pemudik Bawa Teman dan Keluarga saat Balik

Masing-masing paslon dan timnya berupaya mengeruk suara dari media sosial yang potensinya dinilai besar. Terutama suara dari kaum melenial. Saat mendaftar ke KPU, para kandidat langsung melempar janji dan mengaku paling paham dalam membangun Kalteng agar lebih baik lagi.

Pasangan Abdul Razak-Sri Suwanto, misalnya, mengatakan garis besar visi misi mereka tidak akan lepas dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, serta penyelesaian konflik masyarakat adat, dan perusahaan.

”Masalah di Kalteng ini tidak jauh berbeda dengan daerah lain, sehingga kita tinggal bagaimana berkomitmen menjalankan visi misi untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat,” kata Razak.

Sementara pasangan Agustiar-Edy mengutarakan visi misi pembangunannya tidak hanya berkutat pada proses pembangunan daerah secara fisik, akan tetap turut mengedepankan harkat dan martabat masyarakat Dayak.

”Pembangunan yang kami lakukan dimulai dari desa ke kota dan kota ke desa, sehingga lebih cepat nantinya. Tujuannya, agar tidak ada keterisolasian lagi di wilayah Kalteng,” kata Agustiar.

Sementara itu, Willy M Yoseph-Habib Ismail bin Yahya, menyatakan kesiapannya membawa perubahan di Kalteng.  Mereka berjanji untuk fokus pada pembangunan yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat.

”Yang pasti, pemerataan pembangunan sangat penting, karena kalau kita ingin Kalteng ini lebih maju maka aspek pemerataan itu tidak boleh kita lupakan,” kata Willy.

Adapun pasangan Nadalsyah-Supian Hadi yang mendaftar terakhir di KPU, mengklaim telah mengumpulkan sekitar 500.000 suara dari koalisi partai yang mendukungnya. Angka tersebut merupakan hasil dari kerja keras tim dalam mensosialisasikan program dan visi misi pasangan calon.

”Kami telah bekerja keras untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kalteng. Kami yakin dengan dukungan yang kami dapatkan,” kata Nadalsyah. (sho/daq/ign)

Pos terkait