Foto dan Video Terowongan Cahaya Dilombakan

Terowongan cahaya atau yang dinamai Nur Mentaya Jalan Tjilik Riwut,Bupati Kotim Halikinnor
Terowongan cahaya atau yang dinamai Nur Mentaya Jalan Tjilik Riwut. (yuni/radarsampit)

SAMPIT, RadarSampit.com-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengadakan lomba foto dan video pendek di kawasan Terowongan cahaya atau yang dinamai Nur Mentaya Jalan Tjilik Riwut. Lomba ini dibuka untuk umum.

Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kotim ini berupa terowongan cahaya lampu warna-warni dan telah menerangi kawasan Jalan Tjilik Riwut Sampit. Kawasan itu belakangan ini sudah menjadi destinasi baru bagi warga Sampit pada khususnya. Bahkan di akun media sosial, banyak berseliweran  postingan swafoto ataupun video pendek yang menggambarkan indahnya Terowongan Nur Mentaya tersebut.

Bacaan Lainnya

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pihaknya sengaja mengadakan lomba tersebut, tujuannya untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas akan keindahan penerangan jalan umum yang baru selesai dibangun tersebut.

“Bagi masyarakat yang berfoto atau membuat video di kawasan Terowongan Nur Mentaya silakan unggah di media sosial instagramnya masing-masing, akan dinilai. Pemenangnya Insya Allah akan saya umum saat peresmian Terowongan Nur Mentaya, tepatnya saat Hari Jadi Kotim Januari nanti,” ujarnya.

Baca Juga :  Resmi Kemendikbudristek Perpanjang Pendaftaran SMK PK bagi Industri

Halikinnor juga mengumumkan hal tersebut dalam beberapa kesempatan yang dihadirinya secara langsung. Hal ini agar masyarakat baik tua maupun muda dapat berpartisipasi untuk memperkenalkan kawasan yang di gadang-gadang menjadi ikon baru Kota Sampit.

Lomba tersebut rencananya akan digelar secara terbuka dan akan dinilai oleh tim khusus di media sosial. Masyarakat diberikan waktu cukup lama yakni dimulai 10 Desember 2022 hingga 6 Januari 2023 mendatang, atau satu hari sebelum hari puncak peringatan HUT Kotim ke-70.

Selama ini kawasan Jalan Tjilik Riwut gelap gulita, setelah adanya penerangan jalan umum yang menyerupai terowongan cahaya itu, kawasan jalan tersebut menjadi terang benderang. Dan adanya inovasi diklaim yang pertama di Kalimantan bahkan di Indonesia.

Di kawasan itu nantinya, pemerintah daerah juga ingin merancangnya menjadi kawasan wisata kuliner, kafe-kafe, angkringan dan pedagang kuliner lainnya diharapkan bisa dipusatkan di kawasan tersebut. (yn/gus)

Pos terkait