Gandeng Media di Kalteng, BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan dan Literasi Jaminan Sosial

bpjs ketenagakerjaan 1
BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan kegiatan Media Gathering bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta media online dan cetak se-Kalimantan Tengah

Program Sertakan dan Fasilitas Perumahan

Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan berencana menyusun agenda kerja bersama media secara berkala, menentukan tema kampanye, hingga membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga keagamaan.

Selain itu, terdapat program “Sertakan”, sebuah gerakan gotong royong untuk membantu pekerja informal yang belum mampu membayar iuran secara mandiri. Melalui program ini, masyarakat dapat mendaftarkan serta membayarkan iuran bagi satu atau dua pekerja informal sebagai bentuk kepedulian sosial.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, tersedia pula Manfaat Layanan Tambahan (MLT) berupa fasilitas pembiayaan perumahan, baik untuk renovasi maupun pembelian rumah subsidi dan non-subsidi dengan suku bunga kompetitif serta tenor hingga 15 tahun.

Sepanjang satu tahun terakhir, total klaim yang telah dibayarkan di wilayah Kalimantan mencapai Rp4,9 triliun kepada ratusan ribu peserta yang menghadapi risiko sosial ekonomi, mulai dari kecelakaan kerja, pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga kematian.

“Hal ini menunjukkan bahwa sistem gotong royong berjalan dengan baik dan negara hadir melalui mekanisme perlindungan sosial ketenagakerjaan,” tegas Ady.

Fokus Wilayah Pesisir dan Perkebunan

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalan Bun, Nurul Indahyati, menekankan pentingnya kolaborasi dengan media untuk menjangkau pekerja di wilayah pesisir dan perkebunan yang masih minim literasi jaminan sosial.

“Di wilayah Pangkalan Bun dan sekitarnya, masih banyak pekerja sektor informal dan perkebunan yang belum memahami manfaat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dukungan media sangat kami harapkan agar informasi ini dapat menjangkau hingga ke pelosok,” ujarnya.

Ia berharap, sinergi yang terus dibangun bersama media dapat memperluas cakupan kepesertaan, sehingga seluruh pekerja—termasuk pelaku UMKM dan pekerja di pedesaan—mendapat perlindungan yang layak.

“Semoga melalui kolaborasi ini, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan semakin luas dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan pekerja,” pungkasnya. (*)

Pos terkait