Gara-gara Rp300 Ribu, Pegawai Honorer Ini Dibunuh dan Dikubur dalam Rumah

pembunuhan pegawai honorer
UPAYA HILANGKAN JEJAK: Evakuasi jenazah Didi Hartanto di Perumahan Bumi Citra Indah 1, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (16/4/2024). (HENDRA HIDAYAT/JAWA POS RADAR BANDUNG)

Radarsampit.com – Kekejian itu diduga dipicu persoalan uang senilai Rp 300 ribu. Ijal tega menghabisi nyawa Didi Hartanto, lalu menguburnya dan di bagian atasnya kemudian ditutup dengan keramik.

Jenazah pegawai honorer Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Bandung itu ditemukan pada Senin (15/4/2024) malam di rumahnya di Perumahan Bumi Citra Indah 1 RT 06/13, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Bacaan Lainnya

Sehari-hari Didi tinggal sendiri karena masih lajang, sedangkan keluarga besarnya tinggal di Sragen.

Adapun Ijal adalah orang yang biasa dimintai tolong Didi untuk bersih-bersih rumah. Pria 31 tahun itu juga biasa dipekerjakan warga lain di kompleks tersebut untuk melakukan hal yang sama.

’’Pelaku sering dipasrahkan untuk beres-beres rumah, bahkan diberi kunci rumah oleh korban. Orangnya kelihatannya baik dan ramah,’’ kata Sugimin, warga kompleks perumahan itu, Selasa (16/4).

Baca Juga :  Tersangka Pembunuhan Juragan Pakan Ternak Beri Keterangan Berbeda

Mengutip Radar Bandung, polisi menyebut pembunuhan terjadi pada 23 Maret lalu. Keluarga yang sejak hari itu kehilangan kontak dengan Didi melapor ke polisi sepekan kemudian (30/3).

Dirkrimum Polda Jabar Kombespol Surawan menjelaskan, pihaknya telah mengevakuasi jasad korban ke RS Sartika Asih, Kota Bandung, untuk dilakukan otopsi. Sementara itu, Ijal yang ditangkap di Cianjur, Jawa Barat, masih diperiksa. ’’Untuk motif, dari keterangan tersangka, berawal dari tersangka yang menagih uang kerja selama dua hari sebesar Rp 300 ribu. Namun, masih kami dalami,’’ jelasnya.

Selain melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban tewas, pelaku juga mengambil sejumlah barang berharga milik korban. Di antaranya, sepeda motor, sertifikat rumah, dan ponsel. ’’Satu motor sudah dijual, satunya lagi tersimpan di rumah pelaku,’’ kata Surawan.

Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono menambahkan, korban dikubur di kedalaman 50 cm. Kondisinya sudah membusuk ketika dievakuasi. ’’Tentang kenapa korban dikubur di belakang rumah, pelaku menyebut untuk menghilangkan jejak,’’ ucapnya. (kro/c18/ttg)



Pos terkait