Hangusnya Kantor Bawaslu Palangka Raya Jadi Perhatian Serius Aparat

kebakaran bawaslu
OLAH TKP: Kepolisian mendatangkan tim olah TKP dari Inafis Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, dan tim Labfor Mabes Polri. (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Kebakaran yang menghanguskan Kantor Bawaslu Kalteng menjadi alarm bagi aparat kepolisian untuk meningkatkan pengamanan. Pasalnya, insiden yang masih dalam penyelidikan aparat tersebut terjadi menjelang hajat besar bangsa Indonesia; Pemilu 2024.

”Ini tahapan pemilu dan jadi perhatian khusus Kapolda Kalteng. Terutama dalam kejadian ini, sehingga akan meningkatkan pola pengamanan dan dalam rangka persiapan pemilu dan akan meningkatkan personel pengamanan di kantor penyelenggara maupun pengawas pemilu,” kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji, Jumat (21/7).

Bacaan Lainnya

Erlan menuturkan, Polda Kalteng bersama Polresta Palangka Raya melakukan penyelidikan dan menurunkan Tim Inafis maupun Labfor Mabes Polri. Hal itu untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, insiden itu dipicu korsleting listrik.

”Nanti kan disampaikan hasil pemeriksaan tersebut. Terkait unsur kesengajaan maupun nuansa politik, belum ada mengarah ke arah itu. Namun, terus dilakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pershutindo Kalteng Dukung Abdul Razak

Erlan melanjutkan, saat ini tim laboratorium forensik telah berada di lokasi dan melakukan pemeriksaan. Termasuk membawa beberapa bekas kebakaran untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Seperti diberitakan, Kantor Bawaslu Kota Palangka Raya membara pada Kamis (20/7). Amuk api yang terjadi dini hari itu meluluhlantakkan semua isi ruangan, termasuk dokumen penting dan sejumlah uang. Dugaan sementara, api berkobar dari korsleting listrik. Cerita klasik yang kerap terjadi dalam setiap peristiwa kebakaran bangunan pemerintahan.

Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya Endrawati mengatakan, kerugian akibat insiden tersebut ditaksir sekitar Rp1,2 miliar, dengan kerugian materi berupa uang sebesar Rp70 juta lebih yang ikut hangus.

Dari kebakaran tersebut, semua barang milik negara habis terbakar. Kecuali dua unit laptop yang dibawa anggota komisioner dan staf bagian keuangan.

”Berkas dan dokumen secara fisik pada saat kejadian sama sekali tidak dapat diselamatkan semua,” katanya. Setelah kebakaran itu, pegawai Bawaslu Kota Palangka Raya berkantor di Bawaslu Provinsi Kalteng sambil memikirkan rencana ke depannya. (daq/ign)



Pos terkait