Harga Beras Lokal Merangkak Naik 

beras lokal,sampit,naik
Pedagang beras di Jalan Ir Juanda saat melayani pembeli, Sabtu (17/12).(heny/radarsampit)

SAMPIT –RadarSampit.com-Beras menjadi salah satu komoditas yang turut menyumbang inflasi di Kota Sampit. Selama tiga bulan terakhir harga beras, juga merangkak naik.

Pantauan Radar Sampit, di sejumlah pedagang sembako di Kota Sampit,  harga beras lokal seperti beras Kuala, beras Siam Banjar, beras Mayang, beras Unus dan beras lokal lainnya yang merupakan hasil panen petani Kalimantan,  mengalami kenaikan dikisaran Rp 2-8 ribu per kilogram.

Risky, salah satu pedagang sembako di Jalan Ir Juanda mengatakan, kenaikan harga beras tak diketahui pasti penyebabnya. Dirinya menduga kenaikan terjadi karena petani gagal panen karena pengaruh cuaca. “Naiknya sudah tiga bulan ini. Bertahap, tidak langsung naik Rp 8.000 per kg,” katanya.

Dipaparkannya, harga beras Mayang Usang dijual Rp24 ribu per kg, Mayang Anjir Rp23 ribu per kg, Mayang Anyar Rp22 ribu, beras Siam Pandak Banjar Rp17 ribu, beras Arjuna Rp19 ribu per kg, dan beras Kuala Rp22 ribu per kg.

“Harga normal dikisaran Rp14-20 ribu. Beras Kuala sudah beberapa bulan ini kosong. Beras yang kami jual paling murah beras Siam Pandak Banjar dan Arjuna. Beras lain semuanya diatas Rp20 ribu,”tambah Risky.

Baca Juga :  Vaksinasi di Gumas sudah Menyasar Usia 18 Tahun

Sebagai pedagang beras, ia  mengakui kenaikan harga beras tahun ini begitu dikeluhkan pembeli. “Biasanya masih ada jual beras harga Rp12-14 ribu per kg, sekarang sudah enggak bisa jual segitu, semua merk beras naik. Pembeli banyak yang kaget sama harga beras sekarang,” ungkapnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada beras Jawa. Beras dua anak kemasan 5kg dijual Rp72 ribu, merk anak ayam kemasan5 kg dijual Rp64 ribu, merk Kura-kura kemasan 5kg dijual Rp67 ribu per kg dan Garuda kemasan 5kg dijual Rp66 ribu per kg.

“Ini beras Jawa yang paling sering dicari juga naik. Naiknya sekitar Rp 2000-5000 per 5kg,”ungkap Risky.

Pos terkait