Indonesia Masuk Era 5G, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Indonesia Masuk Era 5G
Ilustrasi: Salah satu use case 5G untuk industri berbasis otomasi. (Istimewa)

Pertama soal spektrum frekuensi radio. Melalui jumpa pers daring belum lama ini, dijelaskan bahwa spektrum adalah aset penting bagi penyedia layanan komunikasi. Spektrum frekuensi radio untuk 5G mencakup rentang frekuensi berbeda, masing-masing dengan karakteristik berbeda.

Masing-masing dari ketiga komponen itu hadir di pasar dengan cara berbeda secara material, dalam hal kinerja dan cakupan. Dalam penerapan awal, cakupan merupakan faktor utama.

Spektrum high band cocok untuk menambah kapasitas luar ruangan di kawasan perkotaan dengan konsentrasi pengguna tinggi, seperti, stasiun kereta api dan bus, kawasan pusat bisnis, dan di sekitar landmark. Kedua, high band dapat menyediakan fixed broadband untuk bisnis dan area residensial di lingkungan pinggiran kota yang belum terjangkau jaringan serat optik, dan dipasang satu persatu di sebuah lingkungan hunian.

Ketiga adalah area yang memerlukan penggunaan data yang tinggi, di mana 5G dapat memberikan nilai bisnis baru seperti di pabrik, gudang, tempat olahraga, universitas, rumah sakit, dan sebagainya di mana kabel terlalu statis dan teknologi wireless alternatif terlalu lambat, atau sangat tidak dapat diandalkan atau sangat tidak aman.

Baca Juga :  Google, Facebook, dan Twitter Terancam Diblokir

Kemudian terkait dengan evolusi antena radio. Pada umumnya, jaringan telekomunikasi seluler terdiri atas empat domain utama, yaitu perangkat, radio access network (RAN), core network (CN), dan transport network.

Sementara itu, RAN tradisional terdiri atas tiga komponen utama, yaitu baseband, radio dan antena. Dengan 5G, arsitektur tradisional (3G/4G) dan operasi jaringan seluler mengalami perubahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.