Ini Pemicu PPKM di Kapuas Naik Level

Suasana penyekatan perbatasan pada saat pemberlakuan PPKM Level empat di Kapuas, beberapa waktu lalu.(dok.radarsampit)

KUALA KAPUAS –Pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri kembali mengeluarkan surat penetapan status setiap daerah dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dalam surat tersebut, di Kalimantan Tengah, Kabupaten Kapuas mendapat kenaikan level PPKM dari 2 menjadi 3.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendgari) Nomor 54 Tahun 2021 PPKM Level tiga, Level dua, dan Level satu serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Maluku.

Di Provinsi Kalteng, selain Kapuas, kabupaten yang berada di level 3, yaitu Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Katingan, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Barito Timur.

Terkait hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas dan juga ketua harian satuan tugas penanganan Covid-19 Panahatan Sianaga menjelaskan, hal itu bukan indikator penyebaran Covid-19 di Kapuas meningkat.

”Kabupaten Kapuas berada zona kuning atau risiko rendah. Tapi memang capaian vaksinasi masih rendah. Itu yang jadi indikator PPKM,”katanya, Selasa (19/10) kemarin.

Ia menilai, naiknya level PPKM di Kapuas tidak bisa menyalakan siapapun.  Namun ke depan pihaknya akan terus menargetkan kegiatan vaksinasi sebanyak-banyaknya, agar Kabupaten Kapuas menjadi level dua, hingga zona hijau.

”Kita tidak menyalahkan siapa pun, dan saya yakin tanggal 8 November 2021 vaksinasi akan tercapai, serta Kapuas kembali zona hijau,”cetus Panahan.

Sementara itu,  Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kapuas Apendi mengakui, indikator vaksinasi jadi penentu level, dan vaksinasi di Kapuas baru tercapai baru 30 persen, sehingga kembali di Level tiga, sebab imunitas atau herd immunity belum tercapai. “Memang belum tercapai, karena Level dua minimal 40 persen vaksinasi,”tandasnya. (der/gus)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *