Jadwal Terbang Berkurang, Kunjungan Penumpang di Bandara Sampit Merosot Tajam

bandara sampit
BANDARA: Bandar udara H. Asan Sampit yang rencananya akan dilakukan peningkatan. (Dok. YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Layanan transportasi udara di Bandara Haji Asan Sampit tengah menjadi sorotan setelah Wings Air menyetop pelayanan rute penerbangan Sampit – Surabaya sejak awal Juli ini.

Hal yang sama juga dilakukan NAM Air yang melayani rute penerbangan Sampit – Jakarta yang tidak beroperasi selama 13 hari dan kembali operasional pada 23 Juli 2024 lalu meski sering mengalami cancel dan tak konsisten melayani setiap hari.

Bacaan Lainnya

“Kondisi layanan penerbangan yang tak stabil ini tentu memengaruhi kedatangan dan keberangkatan pesawat yang singgah di Bandara Haji Asan Sampit,” kata Darinto Kabandara Haji Asan Sampit, saat ditemui Radar Sampit di ruang kerjanya, Rabu (23/7/2024).

Berdasarkan data kunjungan penumpang di Bandara Haji Asan Sampit selama periode Januari-Juni 2024 terdata sebanyak 15.870 penumpang datang dan 14.774 penumpang berangkat.

Sedangkan jumlah pesawat yang melayani penerbangan dari dan ke Bandara Haji Asan Sampit sebanyak 208 pesawat dengan rata-rata per bulam 27-42 pesawat yang mendarat di Bandara Haji Asan Sampit.

“Untuk Juli ini masih belum direkap karena masih bulan berjalan. 208 pesawat yang mendarat di Bandara Haji Asan Sampit ini terhitung Januari-Juni 2024 dari dua Maskapai NAM Air type pesawat Boeing 737 500 dan Wings Air type ATR 42 300,” katanya.

Sementara itu, jika dibandingkan periode Januari-Desember 2023 terdata sebanyak 489 pesawat datang dan 483 pesawat berangkat melayani rute penerbangan Sampit -Surabaya dan Sampit-Jakarta dengan rata-rata 30-53 pesawat yang terbang setiap bulannya.

Sedangkan, jumlah kedatangan penumpang sebanyak 35.307 dan keberangkatan penumpang sebanyak 31.727 penumpang yang terhitung Januari-Desember 2023.

“Rata-rata penumpang datang selama tahun 2023 sebanyak 1.763-4.102 dan 2.194-3.409 penumpang berangkat. Jika dibandingkan tahun lalu ada sedikit penurunan di tahun ini jika dilihat data sampai dengan Juni 2024 rata-rata kedatangan penumpang 2.194-3.278 dan keberangkatan berjumlah 1.743-3.095 penumpang per bulannya,” katanya.

Persoalan menurunnya kunjungan pesawat dan penumpang dipengaruhi karena masih belum memadainya landasan pacu (runway) yang belum menjadi masalah krusial yang dihadapi saat ini. Pasalnya, landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit yang ada saat ini hanya dapat diakses oleh pesawat dengan type 737 500 atau type ATR 72-500.

“Informasi dari Kemenhub, pesawat type 737-500 dan ATR itu sangat terbatas, jumlahnya hanya tersisa tiga unit. Sementara yang tersedia pasaran itu type pesawat 737-800 dan Air Bus 320 dan pesawat dengan type ini tidak bisa mendarat di Bandara Haji Asan Sampit karena landasan pacu bandara belum memadai untuk pesawat besar,” kata Rody Kamislam, Plt Kadishub Kotim.

Menyikapi masalah ini, Pemkab Kotim masih berupaya mewujudkan pengembangan landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit dengan melakukan upaya perluasan landasan pacu dari panjang semula 2.060 meter menjadi 2.260 meter dan pelebaran 30 meter menjadi 45 meter.

Bupati Kotim Halikinnor juga telah beberapa kali menghadap Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan membahas hal tersebut.

Terakhir, pada 10 Juni 2024 lalu, Bupati Kotim menandatangani kesepakatan dengan Dirjen Perhubungan terkait hibah tanah untuk perpanjangan runway dan dalam kesepakatan itu pengembangan bandara akan dilakukan bertahap selama 2024-2027.

“Setelah melakukan pembebasan lahan untuk perpanjangan runway, Pemkab Kotim masih berupaya merelokasi gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) karena posisinya sudah tidak strategis dan dapat menyebabkan kecelakaan apabila dilakukan manuver dari pesawat berukuran besar, sehingga rencana relokasi masih terus diupayakan,” ujar Rody Kamislam.

Pos terkait