Jaga Tradisi Keliling dari Rumah ke Rumah 

silaturahmi
Ustaz H Syarifuddin bersama pengurus Masjid Nur Qolbu Sampit keliling dari rumah ke rumah pada hari kedua Lebaran, Minggu (23/4).

SAMPIT – Idulfitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia, termasuk Indonesia. Di waktu Lebaran tersebut menjadi momen yang tepat untuk mudik melepas rindu bersama keluarga di kampung halaman. Ada juga tradisi unik nan asik yang sangat dinantikan, yakni tradisi keliling ke rumah-rumah tetangga untuk silaturahmi.

”Setiap hari raya setelah kumpul keluarga di rumah orang tua, saya rutin mengajak anak-anak dan istri saya untuk bersilaturahim ke rumah-rumah tetangga, tujuannya untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bertetangga,” ucap Ustaz H Syarifuddin, Ketua Takmir Masjid Nur Qolbu, Jalan Pramuka, Sampit.

Pada hari kedua Lebaran, dirinya bersama pengurus Masjid Nur Qolbu ke rumah-rumah para jemaah.  Lebaran merupakan suatu waktu yang tepat untuk menjaga tali persaudaraan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.  Momen saling memaafkan menjadi kesan tersendiri yang mengharukan dan patut dijaga oleh generasi ke depan.

H Syarifuddin menjelaskan, amalan silaturahmi ini merupakan agenda penting dalam kegiatan Idulfitri. Biasanya, umat muslim pulang ke kampung halaman untuk menyambung tali silaturahmi dengan kerabat dekat, sanak saudara, dan tetangga. Manfaat dari silaturahmi diantaranya adalah memperpanjang umur dan memudahkan rezeki.

Baca Juga :  Vaksinasi Tak Dibarengi Kesiapan Pemerintah

”Orang-orang yang beriman diperintahkan untuk menjaga silaturahmi, Allah sangat membenci pemutus tali silaturahmi,” ujar Syarifuddin. (yit)



Pos terkait