Jalan Padat Karya Kumai Rusak Parah

Berlubang dan Bahayakan Pengguna Jalan

Jalan Padat Karya Kumai Rusak Parah
JALANAN RUSAK: Kondisi jalan Padat Karya II Simpang 3 Desa Kapitan, kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Minggu (6/3) (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Program nol lubang yang digadang-gadang merupakan program unggulan untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengguna jalan sepertinya tidak berjalan seperti yang diinginkan. Faktanya masih banyak lubang di jalan utama yang butuh penanganan.

Salah satunya adalah jalan utama Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kumai di kawasan Padat Karya II, Simpang 3 Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Lubang jalan berbagai ukuran itu menghiasi jalanan, padahal diketahui jalur tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat baik akan dan menuju Kota Pangkalan Bun.

Kondisi tersebut sudah berlangsung lama, namun sejauh ini belum ada perhatian untuk sekedar melakukan penambalan terhadap titik-titik yang berlubang.

Keberadaan lubang-lubang tersebut diakui warga sangat membahayakan dan rawan menimbulkan kecelakaan, terlebih di malam hari, mengingat minimnya lampu penerangan di lokasi tersebut. Agar pengendara tidak celaka saat melintas, warga memasang tanda-tanda di beberapa lubang yang terdapat di jalan tersebut.

Salah seorang warga Kecamatan Kumai, Sahuri mengaku harus ekstra waspada bila melintas di jalan itu, terlebih ketika dirinya pulang malam hari karena bila tidak berhati-hati akan jatuh masuk ke lubang tersebut.

Baca Juga :  Lokasi Rawan Laka Dipasangi Replika Mobil Satlantas

“Awalnya sih kecil, namun karena tidak lekas ditangani lama-lama menjadi besar dan tentu berbahaya bagi kendaraan roda dua, apalagi malam terbilang gelap di lokasi tersebut,” ujarnya, Minggu (6/3).

Ia berharap pemerintah daerah sedikit menyisihkan anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan di ruas jalan yang rusak. Terkait dengan minimnya penerangan jalan, tokoh masyarakat Kecamatan Kumai Sayid Hasyim mengeluhkan kondisi lampu penerangan jalan umum di Kecamatan Kumai yang hampir 75 persen tidak menyala.

“Padahal masyarakat setiap bayar rekening listrik PLN pasti membayar pajak penerangan lampu jalan, mohon kepada pihak terkait ada perhatian terhadap penerangan jalan umum,” pungkasnya. (tyo/sla)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait