Pemungutan suara Pilkada 2024 tinggal menghitung hari. Persiapan pesta demokrasi itu terus dimatangkan semua jajaran pengelenggara pemilu.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Menjelang coblosan 27 November 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadwalkan akan mulai mendistribusikan logistik Pilkada akhir pekan ini.
”Kesiapan logistik sudah 90 persen siap. Target kami mulai H-5 hari pemungutan suara, logistik Pilkada akan segera didistribusikan,” Muhammad Rifqi, Ketua KPU Kotim, Senin (18/11).
Pengiriman logistik akan dimulai di medan terjauh dan tersulit di wilayah utara Kotim. Dilanjutkan ke wilayah selatan dan terakhir di wilayah tengah, yaitu Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang yang masuk wilayah Kota Sampit dan tercatat dengan sebaran TPS terbanyak.
”Untuk wilayah utara sudah mulai didistribusikan formulir C pemberitahuan. Karena, sesuai ketentuan, C Pemberitahuan harus diserahkan ke rumah-rumah warga tiga hari sebelum hari pemungutan suara,” ujarnya.
Pihaknya masih menunggu logistik berupa formulir data pemilih pindahan. Warga yang berhak menggunakan hak pilih dapat mengajukan pindah memilih tujuh hari sebelum hari pemungutan suara.
”Pengajuan pindah memilih terakhir diajukan paling lambat 20 November 2024 pukul 23.59 WIB. Kalau sudah selesai diinput ke Sidalih baru nanti diketahui by name by addressnya, pemilih yang bersangkutan terdaftar di TPS mana,” ujarnya.
Lebih lanjut Rifqi mengatakan, pengiriman logistik di daeah rawan banjir, seperti di wilayah utara dan selatan Kotim juga telah diantisipasi dengan memberikan perlindungan pada semua logistik menggunakan plastik pelindung agar logistik tidak rusak terkena basah.
”Kami juga bekerjasama dengan kepolisian dan meminta bantuan Pemkab Kotim untuk memberikan arahan jalur aman yang dilewati. Apabila masuk jalan perusahaan, kami meminta perusahaan ikut mendukung kelancaran distribusi logistik,” ujarnya.
Apabila ditemukan kendala selama dalam perjalanan, lanjutnya, perusahaan diharapkan ikut membantu dan saling berkoordinasi agar mencari akses tercepat dan teraman dari ancaman banjir.
”Koordinasi akan terus kami lakukan. Dalam waktu dekat ini kami akan menggelar rakor bersama instansi terkait untuk membahas kesiapan distribusi logistik,” ujarnya.
Pihaknya juga telah memetakan titik lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk wilayah rawan banjir.
”Lokasi TPS sudah kami petakan. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD Kotim. Lokasi TPS tidak mutlak berada di lokasi yang telah ditetapkan, apabila terjadi banjir di wilayah tersebut maka TPS bisa digeser ke lokasi yang lebih representatif,” katanya.
”Kami harapkan titik lokasi TPS dipertimbangkan secara matang. Selain dapat diakses masyarakat dengan cepat dan mudah, tetapi juga perlu memperhatikan keamanan dan keselamatan logistik dengan menempatkan TPS ke lokasi yang lebih aman dari ancaman banjir,” ujarnya. (***/ign)








