Jemaah Terus Bertambah, Pembangunan Masjid Jami Nur Qolbu Kian Pesat

Jelajah Masjid di Kota Sampit selama Ramadan (19) 

Masjid Jami Nur Qolbu
Masjid Nur Qolbu di Jalan Menteng 4, Jalan Pramuka, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur

Perkembangan Masjid Jami Nur Qolbu kian pesat berkat jemaah yang terus bertambah. Meski baru berusia 12 tahun, lebih muda dibandingkan masjid lain di Sampit, masjid itu terus mengalami berkembang. Bahkan memiliki usaha yang menghasilkan pemasukan.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Pembangunan Masjid Nur Qolbu di Jalan Menteng 4, Jalan Pramuka, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, tak lepas dari peran masyarakat setempat yang menginginkan adanya tempat ibadah yang nyaman untuk umat Islam.

Ide pembangunan masjid digagas Ketua RW 38 Kelurahan Sawahan, Soeyito Tirto Moyo. Didukung Emat dan Haji Sabilan selaku tokoh masyarakat yang mewakafkan tanah masjid yang berdiri sekarang.

”Konsep awal masjid tidak ada teras dan tidak pakai menara. Pengurus masjid berpendapat, keberadaan teras hanya akan membuat jemaah salat sesuka hati di luar dan mengosongkan saf di dalam masjid,” kata Sarifuddin, Ketua Takmir Masjid Jami Nur Qolbu saat ditemui usai melaksanakan iktikaf mendekati waktu sahur, Jumat (5/4/2024).

Masjid Jami Nur Qolbu
JEMAAH: Jemaah melaksanakan salat sunnah tarawih di Masjid Jami Nur Qolbu, Jalan Menteng 4, Jalan Pramuka Kamis (4/4/2024). (HENY/RADARSAMPIT)

Seiring tahun berganti, jemaah terus bertambah. Pengurus masjid kemudian memutuskan membangun teras yang hingga kini belum selesai dipasang keramik.

”Jemaah di sini datangnya dari karyawan Citimal, pelanggan di sana, dan musafir, karena lokasinya persis di belakang Citimal. Jemaah terus bertambah, sehingga perlu membangun teras. Selain untuk menambah jemaah salat, selama Ramadan teras juga digunakan untuk buka puasa bersama,” kata Sarifuddin yang juga sebagai Ketua Yayasan Shauthuha Qolbu.

Di atas tanah seluas 1.000 meter persegi, bangunan Masjid Jami Nur Qolbu yang berukuran 396 meter persegi (35 x 30 meter) bertingkat dua ini dapat memuat 800-1.000 jemaah.

Sejak berdiri tahun 2012 hingga sekarang, bangunan masjid terus berkembang. Pada tahun 2018, dinding dalam masjid dipasang keramik. Tahun 2020 dilanjutkan pemasangan ornamen di 12 pilar bagian dalam masjid.

masjid 1
Pengurus Masjid Jami Nur Qolbu Kamis (4/4) malam

Tahun 2021, mulai dibangun menara setinggi 23 meter dengan anggaran Rp180 juta. Pada 2022 dilanjutkan pembangunan jembatan masuk masjid dari kayu ulin menjadi beton box culvert selebar 5 meter dengan panjang 75 meter yang menelan anggaran sebesar Rp1 miliar, serta pemasangan 10 titik CCTV dan 4 unit pendingin ruangan.

Tahun 2023 kemudian dibangun TK PAUD Casablanka yang terdiri dari tiga kelas berjumlah 12 murid. Kemudian, sudah berjalan Tempat Pengajian Anak (TPA) sejak tahun 2018.

”Tahun 2024 ini juga mulai dikerjakan pemasangan dinding keramik luar, pembangunan teras, dan pemasangan ornamen pada dinding bagian luar bangunan masjid,” ujar Harsono, Bendahara Masjid Nur Qolbu saat ditemui Radar Sampit usai salat tarawih, Kamis (4/4/2024).

Pengurus Masjid Jami Nur Qolbu juga pandai memanfaatkan peluang dengan menjalankan usaha Depot Pengisian Air Minum bernama Nur Qolbu yang sudah berjalan sejak 2018.

masjid 2

”Penghasilan dari penjualan air minum isi ulang masuk kas masjid. Kami juga punya kantin, tapi sempat tutup. Orang yang jualan pulang kampung. Nanti kantin akan diaktifkan lagi,” kata pria asal Nganjuk yang tinggal di seberang masjid ini.

Keuangan kas Masjid Nur Qolbu telah terkumpul Rp30 juta, yang diperoleh dari sumbangan jemaah setiap Jumat salat zuhur berjemah sekitar Rp 2 juta dan salat ied berkisar Rp4-5 juta.

Pos terkait