PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Amukan si jago merah kembali terjadi di Kota Palangka Raya. Kawasan padat penduduk di Jalan Ahmad Yani, Selasa (1/8/2023), membara. Puluhan rumah yang didominasi kayu luluh lantak, rata dengan tanah.
Api cepat membakar karena rumah terbakar terbuat dari kayu dan petugas sempat kesulitan air dalam pemadaman. Sekitar lebih dua jam api baru bisa dipadamkan. Akibat kejadian itu, sekitar 150 warga kehilangan tempat tinggal.
Akses jalan yang sempit dan padat penduduk turut menyulitkan proses pemadaman. Pemadaman terpaksa dilakukan dengan membawa mesin portabel yang kemudian disambungkan ke sungai dekat lokasi kejadian. Kasus itu masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Kabag Ops Polresta Palangka Raya Kompol Ganda Baru Napitupulu mengatakan, informasi sementara di lapangan, api berasal dari salah satu pintu kos. Namun, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran lantaran masih dalam penyelidikan.
”Sementara dilaporkan ada 20 rumah yang terbakar, termasuk di dalamnya musala dan puskesmas pembantu. Sekitar ratusan yang kehilangan tempat tinggal,” jelasnya.
Dia menambahkan, pemadaman memerlukan waktu sekitar dua jam oleh puluhan personel pemadam. Luasan yang terbakar diperkirakan 50×200 meter.
Subhan, warga setempat mengatakan, api diduga berasal dari salah satu kos-kosan di kawasan tersebut. Api baru diketahui setelah anak pemilik barak mendobrak pintu dan mendapati api sudah berkobar di dalam kos. ”Kebakaran menyebabkan puluhan rumah terbakar, termasuk losmen hingga musala,” ucapnya.
Kasi Rencana Operasi Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya Sucipto mengatakan, sejumlah personel damkar sempat kekurangan oksigen saat upaya pemadaman akibat besarnya api.
”Tiga personel damkar secara bergantian harus dievakuasi rekannya untuk dibawa keluar dari pusat kebakaran. Ada yang nyaris kehilangan kesadaran dan harus digendong menuju tim medis untuk mendapat perawatan,” katanya.
Personel damkar sempat kesulitan memadamkan api. Selain sulitnya akses menuju titik api, warga yang berhamburan di sekitar lokasi juga cukup menyulitkan pergerakan petugas.