Kegiatan Kian Padat, Targetkan Lima Kali Khatam Alquran

Melihat Aktivitas Pondok Pesantren selama Ramadan (3)

Ramadan merupakan momentum yang paling ditunggu para santri di Pondok Pesantren Darul Amin Palangka Raya
SEMAKIN PADAT: Pengasuh Ponpes Darul Amin Abdul Aziz berdiri di depan pintu gerbang ponpes dengan komitmen menjaga generasi muda muslim. (DODI/RADAR SAMPIT)

Ramadan merupakan momentum yang paling ditunggu para santri di Pondok Pesantren Darul Amin Palangka Raya. Berbagai kegiatan mendekatkan diri pada yang kuasa kian khusyuk dilakukan.

DODI, Palangka Raya

Bacaan Lainnya

Para santri Ponpes Darul Amin mengisi waktu selama bulan puasa dengan berbagai aktivitas. Abdul Aziz , pengasuh ponpes mengatakan, selama Ramadan kegiatan para santri lebih dioptimalkan. Bertambah dari sebelumnya, seperti Tadarus Quran, buka puasa bersama, sahur, salat berjemaah, dan menghafalkan Alquran.

Kegiatan dimulai sejak bangun sekitar pukul 02.30 WIB. Diawali dengan salat Tahajud berjemaah. Dilanjutkan pukul 03.00 WIB persiapan sahur. Kemudian melaksanakan salat subuh berjemaah.

Setelah itu dilanjutkan pembacaan amaliah atau kitab, baik berupa habsi maupun burdah atau amaliah lainnya hingga terbit matahari. Sekitar pukul 08.00 WIB, masuk ke sekolah hingga zuhur. Setelah itu masuk kembali ke pondok saat asar, sekitar pukul 15.00 WIB.

”Kegiatannya lumayan padat. Dari dini hari sampai asar, bahkan setelah asar dilanjutkan pembacaan dan pembelajaran kitab fiqih maupun kitab lain. Itu dilakukan sampai pukul 16.00 WIB. Lalu istirahat dan bermain. Kumpul ke masjid pukul 17.00 WIB untuk persiapan zikiran dan buka puasa,” ujarnya.

Setelah berbuka, dilanjutkan pesiapan salat Isya dan Tarawih. Kemudian para santri tadarus sampai pukul 22.00 WIB. ”Itu semua dilaksanakan setiap hari selama Ramadan,” ujarnya.

Aziz mengungkapkan, untuk santri di pondok ada 185, baik putra maupun putri. Selain dari Kotim, para santri ada yang berasal dari Palangka Raya, Gunung Mas, Pulang Pisau, Lamandau, Pangkalan Bun, Sukamara, dan lainnya.

Menurut Aziz, ponpes tersebut didirikan untuk anak-anak tidak mampu, karena dalam pesantren juga terdapat panti asuhan. Hanya saja, tidak membatasi masyarakat lain yang ingin mondok atau menimba ilmu.

Mereka yang mampu diharapkan bisa menjadi donatur tetap. Tujuannya membentuk dan menciptakan generasi Islam yang teguh dalam menegakan Islam di tengah kondisi sosial yang ada sekarang.

”Ini untuk terus menjaga generasi muda Islam. Terlebih dalam kondisi saat ini. Kita tahu bagaimana pergaulan, akhlak bahkan dalam berbicara sangat tergerus. Makanya, kami ingin membentengi anak-anak dan memberikan dasar agama agar ke depan bisa lebih baik. Sesuai tuntunan Alquran dan hadis. Kami ingin santri nantinya berakhlak baik,” ujarnya.

Pondok Pesantren Darul Amin berdiri sejak tahun 2002. Dipimpin Ustaz Ahmad Junaidi . Awalnya jumlah santri hanya tiga orang. Seiring waktu, pesantren terus berkembang hingga kini sudah mencapai ratusan santri dan memiliki berbagai fasilitas dan bangunan, termasuk usaha pendukung yang dibantu pemerintah daerah.

Aziz melanjutkan, para santri tidak libur selama Ramadan. Selain karena ada panti asuhan, juga untuk mengisi bulan penuh berkah dengan kegiatan keagamaan. ”Kami biasanya meliburkan santri H-3 sebelum Lebaran,” ujarnya.

Menurutnya, para santri berasal dari beragam latar belakang, seperti yatim piatu, broken home, duafa, dan lainnya. ”Di pondok ini tidak ada biaya makan. Orang tua semampunya memberi sedekah. Pengasuhnya sekitar 20 orang. Ada yang bertitel S3 dan S2,” katanya.

Aziz berharap para santri bisa menjaga akhlak dan sosial yang tinggi untuk masyarakat. Lulusan pesantren tersebut ada juga yang sudah melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, bahkan sampai ke pondok pesantren Gontor dan ponpes di Kalsel.

Lebih lanjut Aziz mengatakan, selama sepuluh hari terakhir di pengujung Ramadan, kegiatan akan semakin dioptimalkan. ”Targetnya, selama Ramadan ini lima kali khatam Alquran. Untuk individu selama bulan ini bisa khatam 30 juz,” harapnya.

Pos terkait