Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menilai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sangat membantu pemerintah daerah dalam pembangunan. Akses masyarakat terbantu melalui program itu.
YUNI PRATIWI, Sampit | radarsampit.com
Hal tersebut disampaikan Halikinnor saat hadir pada Upacara Pembukaan Kegiatan TMMD REG ke-120 wilayah Kodim 1015 Sampit di halaman Kantor Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang.
”Kita sudah banyak terbantu untuk pembangunan akses jalan, seperti di Pulau Hanaut beberapa tahun lalu sudah ada 14 jembatan yang dibuat, sehingga memudahkan masyarakat. Terutama dalam membangun hasil pertanian. Sekarang Kelurahan Tanah Mas. Kerja sama ini akan terus ditingkatkan, karena kegiatan yang kesulitan menggunakan pengadaan barang dan jasa, melalui TMMD dapat dikerjakan,” ujarnya.
Halikinnor mengapresiasi Kodim 1015 Sampit karena telah mau bekerja sama dengan Pemkab Kotim. ”Tentunya kami pemerintah daerah selalu ingin bersinergi, karena kegiatan ini positif sekali. Pelaksanaan yang dikerjakan biasanya yang sulit-sulit menembus daerah yang terisolasi, menuju sentra produksi masyarakat, dan kegiatan ini melibatkan stakeholder dan masyarakat, khususnya dunia usaha, sehingga hasilnya bagus,” katanya.
Halikinnor merasa pemerintah daerah terbantu dengan adanya program TMMD. Dia berharap sinergi itu dapat terus terjalin dengan baik demi kepentingan masyarakat.
”Contoh jika Pemkab Kotim menganggarkan Rp1 miliar untuk pembuatan jalan. Kalau diproyeksikan itu mungkin hanya dapat sekian meter. Tapi, kalau dengan program TMMD, karena dibantu tenaga gotong royong, hasilnya lebih maksimal,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata mengatakan, TMMD merupakan salah satu program bakti TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam percepatan program pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur bagi masyarakat yang tinggal di perdesaan ataupun daerah terpencil.
”Tujuan program TMMD ini untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dengan kehadiran TNI di tengah-tengah mereka,” katanya.
Hadirnya program TMMD, lanjutnya, memberikan solusi bagaimana membuat kondisi wilayah yang tangguh. Bagaimana caranya TNI bisa menyatu dengan masyarakat.
”Seperti yang kita tahu bahwa TNI lahir dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat, sehingga tidak bisa dipisahkan dari masyarakat,” tegasnya.
Dia melanjutkan, program fisik TMMD yang dilakukan melibatkan 180 personel. Terdiri dari TNI, Polri, dan masyarakat yang membuka akses jalan dari Tanah Mas menuju Baamang Hulu.
Dengan tembusnya jalan itu, diharapkan jarak tempuh warga Tanah Mas tidak jauh lagi jika ingin ke kota. Selain itu, menghubungkan sentra pertanian di Tanah Mas, karena kelurahan itu merupakan penghasil rotan.
”Yang kami kerjakan saat ini sepanjang 1.618 meter. Masih ada sekitar 3 km lagi untuk tembus ke Baamang Hulu. Untuk pembangunan jembatan, ada lima yang dikerjakan. Selanjutnya kami survei lagi,” katanya.
Untuk program TMMD tahun 2025 mendatang, ujarnya, tidak menutup kemungkinan untuk kembali dilaksanakan di Kelurahan Tanah Mas. Terkait hal tersebut, pihaknya akan mengoordinasikannya kembali dengan pemerintah daerah. (***/ign)







