Kolam Besar di Lingkar Selatan, Sampai Kapan Dibiarkan?

jalan lingkar selatan
MENGGENANG: Puluhan kubangan membentuk seperti kolam di ruas jalan lingkar selatan Kota Sampit yang semakin rusak parah belum mendapat perhatian pemerintah, Sabtu (23/7). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com – Jalan lingkar selatan Kota Sampit kian tak terurus. Ruas itu seolah dibiarkan rusak tanpa penanganan serius. Kondisi demikian memaksa para sopir angkutan melintas dalam kota yang akhirnya berdampak buruk pada jalan yang kerap dilalui warga. Ancaman kecelakaan juga mengintai warga, karena sebagian truk yang melintas dilaporkan kerap seenaknya melenggang.

Pantauan Radar Sampit, Sabtu (23/7), sebagian besar ruas tersebut berubah jadi kolam yang menganga di badan jalan. Sekitar 50 titik kubangan membentang mengadang para pelintas. Untuk manahan agar air tak semakin menguasai jalan, sebagian disekat menggunakan ban bekas. Titik terparah berada di ujung pertigaan muara Jalan MT Haryono Barat dan Pelita Barat.

Bacaan Lainnya

Situasi akhir pekan lalu nampak sepi. Hanya beberapa kendaraan angkutan berat tanpa muatan dan kendaraan roda dua yang melewati jalur itu. Sejumlah sopir sebelumnya mengaku tak berani melintasi jalur tersebut, karena jalan yang semakin rusak, bergelombang, dan berlubang cukup dalam.

Baca Juga :  Hujan Hancurkan Jalan, Macet Parah di Jalur Parenggean-Sangai

”Kalau bawa muatan tak berani saya lewat. Mau menghindar ke kiri dan ke kanan juga tetap kena. Kanan berlubang, kiri berlubang. Semua badan jalan jadi kolam. Kalau tak hati-hati bisa celaka,” kata Muksin, salah seorang sopir angkutan.

Sebagian titik jalan yang sudah beraspal terlihat hancur lebur. Dalamnya kubangan membuat pengendara motor pun berpikir berkali-kali menerobos kubangan yang tak dapat diterka kedalamannya.

”Sudah jalan pelan, tetap saja terperosok. Ternyata lubangnya dalam,” ujar pengendara motor yang melintas.

Pos terkait