Liburan Lebaran Membawa Petaka

Kelotok Karam, Kakek dan Cucu Tewas Tenggelam

Liburan Lebaran Membawa Petaka
KECELAKAAN AIR : Kedua korban tenggelam di Sungai Katingan disemayamkan di rumah duka, Kamis (5/5). IST/RADAR SAMPIT

KASONGAN – Dua warga Desa Talingke, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, Harjoyo (60) dan Alyas Alfarizi (7) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Sungai Katingan, Rabu (4/5) sore.

Sebelumnya, kakek dan cucu ini berliburan di sekitar sungai. Musibah terjadi, kelotok yang mereka tumpangi tenggelam, kedua dilaporkan hilang.

Bacaan Lainnya

Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo melalui Kapolsek Tasik Payawan dan Kamipang Ipda Dedi Satria Wiranto membenarkan peristiwa tersebut.

“Kakek ditemukan meninggal bersama satu orang cucunya. Sedangkan, cucu yang lainnya selamat,” kata Dedi dikonfirmasi Radar Sampit, Kamis (5/5).

Dedi mengungkapkan, kejadian bermula saat Harjoyo mengajak liburan Hari Raya Idulfitri cucunya Alyas Alfarizi (7), Muhammad Rifki (12) dan Muhammad Arsil (6). Mereka melakukan perjalanan menggunakan perahu atau kelotok ces menuju wilayah Gosong atau Pasir Timbul yang berada di hulu Desa Talingke melewati Sungai Katingan.

Baca Juga :  Kena Apes! Maling Sawit Kepergok Satpam Perusahaan

“Usai mandi, kakek ini bersama ketiga cucunya memutuskan pulang pada hari senja atau petang. Ketika dalam perjalanan pulang, perahu yang mereka gunakan karam dan tenggelam di sungai,” jelas Kapolsek.

Kedua cucu Muhammad Rifki  dan Muhammad Arsil ditemukan selamat, sedangkan Harjoyo dan satu cucunya Alyas hilang karena terbawa arus sungai.

Mengetahui musibah itu, pihak keluarga bersama warga setempat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tasik Payawan dan Kamipang.

Kepolisian bersama warga melakukan pencarian korban. Tim gabungan sempat mengalami kendala saat mencari karena sekitar sungai kondisi gelap, dan jaringan sinyal yang sulit.

“Kedua korban akhirnya ditemukan dan sudah disemayamkan di rumah duka untuk selanjutnya dilakukan pemakaman. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai suatu musibah,” pungkasnya. (sos/fm)

Pos terkait