Liburan Tahun Baru, Pengunjung Bugam Raya Capai 10 Ribu

Pengunjung pantai Bugam Raya
RAMAI PENGUNJUNG: Suasana Pantai Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, ramai dipadai pengunjung, Minggu (2/1) (SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Jumlah pengunjung wisata pesisir terpadu Pantai Kubu, Teluk Bogam, dan Keraya (Bugam Raya) di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencapai 10 ribuan.

Jumlah tersebut terhitung pada saat libur pergantian tahun pada hari pertama dan puncak liburan pada Minggu 2 Januari 2022. Agar tetap menyesuaikan pada aturan jumlah pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas, Dinas Pariwisata Kobar menerapkan sistem buka tutup di Bundaran Bahari Kumai.

Ribuan pengunjung yang sejak pagi sudah berdatangan tersebut tersebar di sejumlah spot wisata seperti di Pantai Kubu, Pantai Tanjung Penghujan di Desa Teluk Bogam serta Pantai Keraya, dan Sebuai.

Bahkan kelotok penyeberangan menuju Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Keluang terlihat dipadati masyarakat. Untuk diketahui bahwa TWA Tanjung Keluang adalah tempat penangkaran penyu langka seperti penyu hijau dan penyu sisik.

Bukan hanya pemilik kelotok wisata yang ketiban berkah, para pedagang di beberapa spot wisata juga merasakan efek dari membeludaknya pengunjung, termasuk pedagang musiman seperti pedagang bakso dan mainan serta aksesoris.

Baca Juga :  Bahayakan Pengguna Jalan, Sapi Ternak masih Dibiarkan Berkeliaran

“Alhamdulillah mas, kemarin dan hari ini ramai, omset meningkat dari hari-hari biasa,” kata Agus pedagang mainan di Pantai Kubu, Minggu (2/1).

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata Kobar Sukardi menyebut bahwa, karena pengunjung masih terus berdatangan maka pihaknya menerapkan sistem buka tutup.

Hal itu terpaksa dilakukan untuk mematuhi aturan bahwa di kawasan wisata jumlah pengunjung hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas pantai.

“Dalam dua hari ini jumlah pengunjung kalau hanya 10 ribuan tercapai, kita terapkan buka tutup, ketika jumlahnya sudah 3 ribu kita tutup, kemudian kalau pengunjung banyak yang pulang kita buka kembali,” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa sejauh ini penerapan aplikasi Pedulilindungi sebagai syarat masuk spot wisata sudah berjalan dengan baik, minimal pengunjung harus membawa kartu vaksin.

Ia menjelaskan, hingga sore hari pengunjung masih terus berdatangan, namun jumlah sebanding dengan pengunjung yang sudah pulang. “Kita jeda dua jam, pengunjung masih terus berdatangan jadi tetap kita perhatikan kapasitas 50 persen,” pungkasnya. (tyo/sla)



Pos terkait